Selasa, 18 November 2008

Guru sebagai pelindung bukan sebagai pelaku kejahatan sex....

Sebelum bekerja di ruang kerja saya coba membuka berita yang terjadi di Indonesia. Ketika saya buka berita dari detik.com, saya langsung terkejut. Ternyata masih ada seorang guru yang memiliki penyimpangan sex dengan mencabuli muridnya. Begitu bejat bukan?

Selain itu, kejadian ini terjadi di dekat kota Sibolga yang menjadi kota tempat membesarkan saya (selama 12 tahun saya tinggal di kota Sibolga). Apa yang terjadi di kota ini selama saya tinggalkan selama sekitar 9 tahun yang lalu? Seingat saya guru-guru saya dulu memberikan pendidikan yang baik. Mereka berusaha memberikan pendidikan dengan karakter dari budaya mereka. Al hasil, saya sebagai alumni SD 081232 kota Sibolga bisa melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi dan bisa bertahan untuk bersaing dengan sdm dari daerah yang lain..

Saya meyakini bahwa anak menjadi sukses dikarenakan dua faktor memegang tinggi pendidikan yaitu guru dan juga orang tua. Menurut saya yang dominan untuk memberikan pendidikan secara efektif adalah orang tua, tetapi bukan berarti guru menjadi pelaku kejahatan kepada murid.

Ini beritanya, sumber detik.com:

Kasus Oral Seks Pak Guru
Organ Vital Siswi SD Juga Dirusak
Didit Tri Kertapati - detikNews




Medan - Sungguh malang nasib dua murid SD di Pandan, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, ini. Mereka ternyata tidak hanya disuruh melakukan oral seks terhadap gurunya namun mereka juga dicabuli.

"Bukan hanya oral seks tapi juga dicabuli," ujar Kapolsek Pandan AKP Kamdani saat dihubungi detikcom, Selasa (18/11/2008).

Menurut Kamdani, aksi bejat ini dilakukan sekitar bulan November 2008, namun korban lupa kapan waktu pastinya. Berdasarkan hasil visum terhadap korban ditemukan tanda-tanda kerusakan pada kemaluan korban.

"Hasil visum terhadap dua siswi tersebut kemaluannya rusak," sebut Kamdani.

Kamdani menambahkan, sang guru bejat ini tiap kali melakukan perbuatannya dilakukan pada waktu jam sekolah.

"Dilakukan pada saat mau pulang sekolah," tandas Kamdani.

Kasus ini terbongkar Kamis lalu (13/11/2008). Bermula dari pengakuan salah seorang teman sekelas kedua korban kepada orangtuanya. Kedua orangtua korban yang mendengar informasi tersebut kemudian meminta penjelasan korban.

Kedua korban mengaku dipaksa memegang alat kelamin sang guru, kemudian selanjutnya melakukan oral seks untuk guru tersebut. Kedua korban maupun murid lainnya di kelas, diancam agar tidak memberitahukan kasus ini kepada siapa pun.

Menyusul mencuatnya kasus ini, kedua korban yakni, RU dan Win sudah tidak pernah masuk sekolah karena merasa malu. Demikian juga tersangka Erwin Ronaldo, wali kelas di kelas V ini sudah tidak pernah datang mengajar lagi.(ddt/mad)

Tidak ada komentar:

No Limit

No Limit