Sabtu, 14 Februari 2009

Little Wonders - Rob Thomas



Let it go
Let it roll right off your shoulder
Don't you know
The hardest part is over
Let it in
Let your clarity define you
In the end
We will only just remember how it feels

Our lives are made
In these small hours
These little wonders
These twists and turns of fate
Time falls away,
But these small hours
These small hours
Still remain

Let it slide
Let your troubles fall behind you
Let it shine,
Till you feel it all around you
And I don't mind
If it's me you need to turn to
We'll get by
It's the heart that really matters in the end

Our lives are made
In these small hours
These little wonders
These twists and turns of fate
Time falls away
But these small hours
These small hours
Still remain

All of my regret
Will wash away somehow
But I cannot forget
the way I feel right now

In these small hours
These little wonders
These twists and turns of fate
Yeah, these twisted turns of fate
Time falls away
Yeah, but these small hours,
These small hours
Still remain

Yeah, oh they still remain
These little wonders
All these twists and turns of fate
Time falls away
But these small hours
These little wonders
Still remain


Kamis, 12 Februari 2009

Berpikir short cut adalah solusi yang tepat??


Ada pendapat yang mengatakan bahwa untuk meraih sesuatu yang diinginkan harus melalui namanya perjuangan. Mengapa harus melalui perjuangan? Saya akan mencoba menganalogikan pertumbuhan manusia. Apakah bayi yang baru lahir selanjutnya bisa menjadi dewasa tanpa melalui masa balita, masa anak-anak, masa remaja? Tidak kan. Setiap peristiwa di muka bumi ini secara alami membutuhkan namanya proses. Untuk menyelesaikan proses itu membutuhkan namanya perjuangan.

Lalu apakah kita bisa mengambil jalan pintas dalam mencapai keinginan atau perkataan yang lain adalah melewati beberapa proses yang harus dihadapi? Nah, pertanyaan ini sebenarnya ada keterkaitan dengan masalah efisiensi perbuatan. Orang yang berpikir short cut way akan selalu mencari jalan untuk melewati sebagian proses dengan alasan untuk mencapai tujuannya dengan cepat dan tepat. Orang yang berpikiran ini biasanya memiliki pikiran tujuan minded, maksudnya adalah tujuan akhir merupakan segala-galanya. Sedikit mengeluarkan tenaga dan mendapatkan hasil yang memuaskan adalah pegangannya. Lalu apakah dia bisa mencapai tujuan nya? Sebagian bisa tapi sebagian tidak bisa mencapai tujuannya.

Kategori yang lain adalah orang yang suka berjuang melewati semua proses kegiatan. Orang seperti ini akan sabar dalam menghadapi semua tantangan dan juga proses yang harus dia hadapi. Kategori seperti ini biasanya memiliki ilmu dan juga pengalaman yang relatif lebih banyak dibandingkan oleh kategori short cut way. Kok bisa? Hal ini dikarenakan kategori orang yang suka berjuang akan mendapatkan ilmu pada setiap proses yang dia hadapi. Orientasi orang seperti ini adalah proses menuju tujuannya. Jika dia tidak dapat mencapai tujuannya, biasanya dia tidak merasa rugi atau bisa dikatakan tidak sia-sia karena dia telah mendapatkan ilmu di setiap proses yang dia hadapi.

Nah, lalu yang mana yang bagus? Untuk menuju ke suatu peubahan yang baik, kategori orang yang suka berjuang merupakan kategori yang dibutuhkan. Kategori ini biasanya akan tetap berjuang walaupun mengalami kegagalan karena kegagalan itu merupakan proses yang dia hadapi. Kategori orang yang short cut way biasanya tidak tahan dengan namanya kegagalan. Tapi bukan berarti orang yang suka berjuang tidak mengenal nama istilah efesiensi. Meeka tetap mengenal istilah efisiensi tapi efisiensi yang dimaksud adalah beusaha meninggalkan perbuatan tidak bermanfaat bukan meninggalkan proses yang bermanfaat.

Di luar dari dua kategori tersebut, ada satu hal yang tidak boleh dilupakan dalam meraih keinginan yaitu strategi. Besar atau kecil keinginan yang akan dicapai juga memerlukan srategi. Oleh karena itu, buatlah strategi yang sebaik mungkin.

Lalu kita dikategori mana? Saya masih merasa diri saya di kategori orang yang suka short cut way. Saya merasa pola pikiran saya ini harus segera saya ganti kalau menginginkan mimpi saya tercapai.
"Ya Allah, hanya kepada-Mu hamba berserah diri. Izinkan hamba-Mu ini untuk melakukan peubahan pada diri sendiri. Dan izinkan lah hamba-Mu ini bisa berkarya....Amin..."

Rabu, 04 Februari 2009

Perbuatan Anarkis di DPRD Sumut

Ketika saya mendengar kejadian di gedung DPRD Sumut yang mengakibatkan ketua DPRD Sumut meninggal dunia (belum ada keterangan resmi apakah meninggal akibat serangan jantung atau akibat dipukuli, tapi yang perlu dibahas adalah peristiwa anarkis), saya merasa kecewa. Menurut saya peristiwa anarkis seperti ini diharapkan tidak terjadi.

Peristiwa anarkis ini berawal dengan ketidakpuasan masa pro pembentukan provisnsi Sumatera Tenggara terhadap ketua DPRD Sumut. Masa ini menilai bahwa ketua DPRD Sumut tidak baik kinerjanya dalam pengurusan pemekaran daerah tapanuli menjadi provinsi Sumatera Tenggara. Dengan rasa ketidakpuasan ini, masa mulai mendekati ketua DPRD Sumut dan memberikan cacian kepada ketua DPRD Sumut. Bukan hanya cacian yang diterima oleh ketua DPRD Sumut tetapi juga pukulan ke tubuh beliau. Pada saat itu juga, tidak terlalu banyak pasukan keamanan yang menjaga aksi ini sehingga pengamanan terhadap ketua DPRD Sumut pun tidak terlalu ketat.

Yang menjadi perhatian saya adalah peristiwa anarkis yang terjadi. Peristiwa ini bukanlah mencerminkan sikap seorang yang dewasa. Saya merasa hal ini dianalogikan seperti seorang anak kecil ketika meminta pensil kepada orang tuanya. Karena orang tuanya tidak merasa pensil masih belum bermanfaat bagi anak kecil tersebut, orang tua tersebut tidak bersedia membeli pensil tersebut. Anak kecil tersebut menjadi kecewa dan menangis dan uring-uringan sehingga beberapa benda di sekitar anak kecil tersebut dilempar ke segala arah. Padahal anak kecil tersebut bisa bersikap dewasa jika anak kecil tersebut menjelaskan manfaat yang dia peroleh ketika dia mendapatkan pensil tersebut.

Saya sendiri masih bingung mengenai pembentukkan provinsi Sumatera Tenggara ini. Jika pro pembentukan provinsi Sumatera Tenggara sudah memiliki analisa yang bagus dan bisa menjelaskan manfaat berdirinya provinsi ini, pro pembentukan provinsi Sumatera Tenggara ini bisa memanfaatkan anggota dewan di DPRD Sumut yang telah mereka pilih di daerah mereka ketika pemilu 2004 untuk memperjuangkan pembentukkan provinsi Sumatera Tenggara. Kalau seandainya anggota dewan terpilih di daerah mereka tidak mau memperjuangkan agenda pembentukan provinsi Sumatera Tenggara, berarti mereka telah salah pilih anggota dewan yang tidak amanah ketika pemilu 2004 atau agenda ini hanya merupakan agenda segolongan orang saja yang menginginkan provinsi baru. Allahu'alam

Saya berharap anarkis seperti ini yang telah terjadi beberapa kali di negara Indonesia dapat dikurangi atau dihilangkan. Kepada generasi muda, ingatlah di masa akan datang negara ini akan dipegang oleh generasi muda saat ini. Jadi mulailah untuk belajar menjadi dewasa. Nasehat ini juga berlaku buat saya (penulis).

Senin, 02 Februari 2009

Penggunaan bahasa singkatan dalam komunikasi

Ini merupakan pengalaman petama saya untuk menjadi narasumber di radio. Kemarin saya rekaman di KBS Korea (sepeti RRI-nya Korea). Ini topiknya:

Penggunaan bahasa singkatan dalam komunikasi:
Akhir-akhir ini cukup berkembang pesat penggunaan kata-kata singkatan atau istilah khusus dalam berkomunikasi di dalam ruangan internet atau SMS. Bagi genarasi tua, penggunaan kata-kata seperti ini seringkali menjadi masalah karena tidak dapat memahaminya. Bagaimana pendapat generasi muda tentang hal itu?

Nah, berikut opini kaula muda Korea dan Indonesia.

Silahkan kunjungi:
web KBS
Lalu klik tanda speaker atau tanda tanggal 2009-01-30
untuk mendengarkan rekamannya.

Selasa, 27 Januari 2009

Dunia Perfilman

Film bisa menjadi komponen untuk penyampaian suatu informasi atau pun pengetahuan. Beberapa film yang tersebar di seluruh Indonesia pada khususnya atau seluruh dunia pada umumnya memberikan suatu pengetahuan untuk para penontonnya.

Menurut pendapat saya, ada dua alasan kenapa suatu film dikatakan menarik dan menjadi best movie. Dua alasan tersebut adalah:
  1. Alur cerita atau pun makna yang terkandung dalam film tersebut
  2. Teknologi yang digunakan dalam isi cerita film tersebut.
Dari dua alasan tersebut bisa menjadikan suatu film yang diproduksi menjadi best movie.

Saya akan mencoba mengungkapkan beberapa film yang telah beredar, untuk alasan pertama yaitu alur cerita atau makna yang terkandung. Kita bisa melihat ketika film "nagabonar menjadi dua", "laskar pelangi", merupakan film yang mengandung makna yang luar biasa. Sehingga para calon penonton akan menjadi penasaran untuk merasakan makna tersebut. Pada beberapa tahun lalu, ada suatu film yang menjadi incaran para pemuda. Film tersebut adalah "ada apa dengan cinta". Film ini membuat penonton menjadi berkesan karena kecantikan dan juga kegantengan dari pemeran film tersebut serta alur ceritanya yang membuat para penonton terasa seperti menjadi pemeran dalam film tersebut.

Untuk alasan kedua, film produksi hollywood yang sering menggunakan alasan kedua ini. Film sekaliber "transformer" yang lebih banyak menunjukkan kemajuan teknologi robot membuat para penonton terkesima. Sejujurnya, saya menilai bahwa film transformer lebih banyak mengandalkan cerita teknologi maju. Sehingga para penonton tidak merasa bosan dengan film tersebut karena para penonton seperti "tersihir" dengan teknologi robot yang digunakan. Selain itu, ada film yang menjadi perpaduan dari dua alasan tersebut. Film tersebut adalah "batman, 'The dark knight' ". Pada film ini, selain mengandalkan teknologi yang digunakan, film ini juga mempunyai alur cerita dan juga makna yang luar biasa. Ketika saya nonton film ini, saya tertipu dengan klimaks dari film ini. Saya berpikir cerita ini akan berakhir tapi ternyata bukan akhir dari cerita tetapi menjadi klimaks dari cerita film ini.

Film produksi Indonesia biasanya mengandalkan alasan pertama untuk menarik perhatian para calon penonton. Selain Indonesia, produk Bollywood juga mengandalkan alasana yang pertama ini. Sedangkan produk dari hollywood merupakan produk film yang mengandalkan alasan kedua tapi tidak sedikit produk hollywood menghasilkan film yang mengandalkan perpaduan kedua alasan tersebut. Oleh karena itu banyak para calon penonton masih terkesima dengan produk hollywood.

Saya tertarik dengan sutradara-sutradara Indonesia. Mereka berusaha memanfaatkan alasan pertama untuk membuat film yang berkualitas. Salah satu sutradara senior sekaligus artis senior yang sangat cerdik memanfaatkan film untuk memasukkan nilai-nilai yang bermanfaat yaitu Deddy Mizwar. Dari beberapa hasil film beliau, saya perhatikan makna yang diberikan luar biasa. Coba anda perhatikan film maupun sinetron Islami yang dihasilkan beliau seperti nagabonar menjadi dua, kiamat sudah dekat, para pencari Tuhan, lorong waktu dll. Dalam film tersebut, Deddy Mizwar berusaha memasuki nilai-nilai Islami dengan pendekatan yang sederhana dan kadang mudah dimengerti. Beliau berusaha mengungkapkan adegan-adegan yang sering dilakukan oleh masyarakat dan beliau berusaha untuk meluruskan jika ada suatu kebiasaan yang salah dengan cara yang sederhana dan mudah dimengerti. Saya berharap sutradar-sutradar yang muda bisa menghasilkan produk film yang lebih luar biasa daripada yang dihasilkan oleh Deddy Mizwar.

Jumat, 23 Januari 2009

Tag...

Lagi postingan ringan nih.. Lihat postingan si blek tentang Tag, eh ternyata nama saya ter-list.. Karena ingin postingan yang ringan, ya jawab aja pertanyaannya.... :)

Okay, here's the rule :
Use Google Image to search the answers to the questions below. Then you must choose a picture in the first page of results, and post it as your answer. After that tag 7 people.

::the age of next birthday::
Sebenarnya sih masih lama, tanggal 12 September 2009 baru berusia 22 tahun :)


::place i'd like to travel::
Mau ke Mekah euy...Target sih sekitar umur 35-40 Tahun bareng ama Istri akan ibadah haji...amin.... :)


::a favourite place::
Hehehehe..benar kampus ITB...Dulu pada saat jaman TPB, paling malas lama di kampus, tapi ketika udah tingkat 2 ke atas ntah kenapa kalau satu hari aja ga ke kampus seperti ada yang kurang. Padahal kadang kala "nyampah" aja di kampus :p


::a favourite food::
yummyyy..... :p


::a favourite thing::
Hmm... saya sangat membutuhkan jam tangan ini soalnya jam tangan ini berguna mengingatkan aku arti penting waktu..Kadang mengingatiku waktu shalat... Dan yang ajaibnya, jam tangan pemberian ibu ku sejak dari aku SMP masih tetap kugunakan sampai saat ini (udah berapa tahun ya? Mungkin sekitar 7 tahun lebih)



::nickname i had::
Husss.... akhirnya ada juga gambarnya.... :p


::a favourite color::
Saya suka warna ini karena merasa menyatu aja sih..(mungkin karena dulu ketika saya pramuka ya...). Tapi kata kakak aku, aku ga cocok gunakan pakaian warna coklat jadi kelihatan tua... :(


::college major::
Di sini lah aku belajar berbagai ilmu :)



::name of my love::
Keluarga adalah tempat dimana kita bisa merasakan apa pun....


::a hobby::
Dulu waktu SD, hampir setiap hari main bola, tapi sekarang sudah jarang...Malah lebih hobi nonton bola :p


::a bad habit::
Yoi.....suka ngantuk...sampe pernah dimarahin kakak gara-gara dalam perjalanan luar kota, saya malah tidur padahal ditugaskan untuk menemani ayah agar tidak ngantuk =D


::my wish list::
Benar, aku ingin jadi researcher (peneliti)... Dulu ketika awal masuk ITB, mimpinya adalah mau jadi engineer.. Ntah kenapa pada saat akhir tingkat 2 aku merasa tertarik dengan dunia penelitian. Sejak itulah, aku ganti rencana ketika lulus tidak langsung kerja tapi mau melanjutkan pendidikan sampai jenjang yang tinggi... Tapi aku belum punya cita-cita jadi profesor loh... :)


Nah seharusnya aku me-tag tujuh nama untuk buat postingan seperti ini..Tapi karena aku bingung siapa aja yang datang ke blogku, maka aku akan memilih berdasarkan kata hati =D :
1. Kasyfi
2. Yandi
3. Anas
4. pipi
5. pipin
6. iyam pustena
7. badra

semoga ketujuh nama tersebut membaca postingan ini ^^



Sabtu, 17 Januari 2009

We will not go down (for Gaza Strip)



Lyric:

A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Senin, 12 Januari 2009

Korelasi Riset dengan Perusahaan

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia:
per·u·sa·ha·an n 1 kegiatan (pekerjaan dsb) yg diselenggarakan dng peralatan atau dng cara teratur dng tujuan mencari keuntungan (dng menghasilkan sesuatu, mengolah atau membuat barang-barang, berdagang, memberikan jasa, dsb); 2 organisasi berbadan hukum yg mengadakan transaksi atau usaha;

Diambil dari pengertian perusahaan di atas, perusahaan merupakan salah satu komponen yang menjadi penggerak suatu perekonomian suatu daerah. Apabila suatu perusahaan bisa tumbuh "sehat" maka pemerintah daerah setempat akan terbantu dalam segi perekonomian atas kehadiran perusahaan tersebut. Oleh karena itu, diharapkan adanya kerja sama antara pemerintah dengan perusahaan. Kerja sama di sini bukan merupakan suatu konspirasi yang hanya memberi keuntungan pada suatu pihak tertentu saja tapi kerja sama ini memiliki tujuan untuk memajukan perekonomian daerah tersebut dan menyelesaikan beberapa permasalahan perekonomian seperti angka pengangguran, pengolahan SDA dll.

Selanjutnya bagaimana perusahaan bisa bertahan dan berkembang? Pertanyaan ini mungkin menjadi pertanyaan yang mendasar ketika mau membangun perusahaan. Berdasarkan pengetahuan saya, perusahaan akan bertahan memiliki manajemen yang baik. Faktor dari manajem ini sering menjadi alasan kenapa suatu perusahaan bisa tutup. Faktor yang lain yang bisa membuat suatu perusahaan tetap bertahan dan berkembang adalah budaya perusahaan. Untuk membangun budaya perusahaan ini tidak bisa dalam waktu yang singkat. Budaya akan muncul jika suatu kegiatan yang ingin dijadikan budaya dilakukan berulang-ulang. Tindakan yang dilakukan berulang-ulang ini akan menjadi kebiasaan perusahaan tersebut yang selanjutnya berkembang jadi budaya.

Lalu apa hubungannya perusahaan dengan Riset? Pengertian riset berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia:
ri·set n penyelidikan (penelitian) suatu masalah secara bersistem, kritis, dan ilmiah untuk meningkatkan pengetahuan dan pengertian, mendapatkan fakta yg baru, atau melakukan penafsiran yg lebih baik;

Dari pengertian di atas, hasil riset merupakan suatu solusi yang dihasilkan yang menjawab permasalahan perusahaan tersebut. Selain itu, hasil riset ini bisa melahirkan suatu inovasi baru yang selanjutnya akan memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Riset yang dilakukan sebaiknya tidak hanya mengenai teknologi tetapi juga menyangkut aspek yang lain terutama aspek ekonomi.

Oleh karena itu, di beberapa perusahaan membuat suatu divisi khusus yang bernama divisi research and developement. Divisi ini bertujuan untuk menjawab tantangan yang akan muncul pada masa datang dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Tapi tidak semua ada perusahaan yang membuat divisi seperti ini. Perusahaan seperti ini biasanya menunggu hasil riset dari lembaga penelitian. Hasil riset lembaga penelitian ini selanjutnya akan digunakan perusahaan tersebut, contohnya di PT. Krakatau Steel menggunakan hasil riset dari BPPT mengenai kontrol elektroda dalam peleburan besi (tapi sayang ketika saya KP di sana, sistem kontrolnya lagi bermasalah).

Dari pemaparan di atas, antara perusahaan dengan riset merupakan satu kesatuan untuk memajukan perekonomian. Dengan adanya hasil riset yang baik maka perusahaan memiliki peluang untuk berkembang dengan baik dan bisa menjawab tantangan yang muncul.

Selasa, 06 Januari 2009

Potensi dan Juga Tantangan Perekonomian Indonesia serta Ulasan Singkat Perekonomian Korea

Tadi saya makanan malam bareng dengan profesor saya. Pada saat makan bareng sebelumnya profesor saya berbincang-bincang dengan bahasa Korea ke orang Korea. Saya hanya mendengar dengan wajah yang tidak mengerti.

Mulailah pembicaraan dengan bahasa Inggris. Salah satu topik pembahasan yang kami bahas adalah keadaan ekonomi dunia. dari pembicaraan kami tersebut kami list keadaan perekonomian negara. Dimana keadaan perekonomian no satu adalah USA yang diikuti oleh Jepang, Jerman, Perancis, UK yang selanjutnya peringkat 6 adalah china dan kesembilan adalah Korea. Mungkin pembicaraan ini merupakan topik umum yang sering didengar oleh teman-teman.

Sebelum menuju topik yang membahas Indonesia, saya mau menjelaskan mengenai keadaan perekonomian Korea. Korea di sini terkenal sedang memipin mengenai elektronik teknologi di dunia. Melalui dua perusahaan elektroniknya yaitu LG dan Samsung, perekembangan teknologi elektronik Korea maju pesat. Tapi Korea tidak secara mandiri untuk memajukan teknologi elektroniknya. Beberapa device fabrikasi elektronik diimpor dari Jepang. Jadi mereka masih tergantung dengan Jepang.

Saya yakin perekonomian Korea akan maju dari sektor teknologi elektronik. Hal ini terbukti salah satu teknologi elektronik Korea diekspor ke Jerman. Selain itu Korea lagi kosentrasi dalam penelitian flexible display. Hal ini terbukti adanya proyek mengenai teknologi printer yang dapat diaplikasikan dalam fabrikasi flexible display, alat-alat elektronik seperti transitor dll. Dalam proyek terdapat satu group riset yang memiliki road map yang sangat jelas. Dari latar belakang ini, perekonomian Korea akan bisa naik dari sektor teknologi elektronik (mungkin LG dan Samsung menjadi pelaku utama dalam kemajuan perekonomian ini).

Selanjutnya yang mencuri perhatian saya adalah komentar profesor saya tentang Indonesia. Sebelumnya profesor saya pernah datang ke Indonesia. Dia berkomentar bahwa Indonesia memiliki potensi untuk meningkatkan perekonomian. Hal ini dapat dilihat dari sumber daya alam kita yang luar biasa. Bukan hanya komentar dari profesor saya yang mengatakan Indonesia mempunyai potensi untuk maju perekonmiannya, sebelumnya saya pernah lihat dari salah satu milist yang saya ikuti bahwa ada seorang petinggi Korea juga (sudah cukup lama) bilang bahwa perekonomian Indonesia bisa maju.

Tapi kenapa laju pertumbuhan ekonomi Indonesia masih pelan? Untuk menjawab pertanyaan ini, sebelumnya kita harus memperhatikan latar belakang Indonesia dulu. Indonesia memiliki berbagai macam budaya. Keaneka ragaman ini merupakan suatu anugrah (saya merasakannya ketika saya berada di negeri orang). Tetapi ini juga menjadi tantang bagi pemerintah Indonesia. Dengan keanekaragaman ini, pemerintah harus bisa bersikap adil ke segala suku. Ini yang menjadi salah satu faktor perlunya tindakan adil dari pemerintah dalam penyebaran pembangunan yang selanjutnya akan memberi efek dalam kegiatan ekonomi. Selain itu keanekaragaman ini bisa menjadi sumber pendapatan kita juga yaitu di bidang sektor budaya. Hal ini terindikasi ketika saya lagi mempresentasikan budaya Indonesia yang sebelumnya tentang budaya Korea. dari presentasi yang saya buat, terlihat bahwa Indonesia memiliki berbagai bentuk budaya yang berbeda antara satu dengan yang lain sedangkan di Korea hanya memiliki suku budaya yaitu Korea saja. Mungkin ada salah satu pendapat yang mengatakan bahwa keanekaragaman budaya merupakan tantangan presiden dalam memipin Indonesia untuk memajukan perkenomian tapi pendapat saya bahwa keanekaragaman ini merupakan kesempatan yang bisa kita gunakan untuk memajukan perekonomian.

Bisa dikatakan bahwa Korea akan mengandalkan sektor teknologi elektroniknya untuk memajukan perekonomiannya dan Indonesia bisa mengandalkan keanekaragaman budaya (selain sumber daya alam yang banyak) untuk memajukan perekonomian.

Oh ya, ada satu usulan yang mungkin bisa dilakukan yaitu membangun infrastruktur transportasi yang baik. Infrastruktur ini selain berguna untuk akses "perdagangan" budaya juga memperlancar transportasi barang perdagangan.

Kisah hidup di negara minoritas Islam

Apa yang anda bayangkan jika anda menjadi kaum minoritas? Mungkin ada yang menjawab, kaum minoritas merupakan kaum yang tertindas. Atau ada yang menjawab kaum minoritas merupakan kaum yang eksklusif. Banyak jawaban yang akan bermunculan.

Pada postingan kali ini merupakan cerita pengalaman hidup sebagai kaum minoritas di negeri gingseng (Korea Selatan red.). Negeri ini notabene dengan negara yang mayoritas memeluk agama kristen tapi banyak juga yang tidak memiliki/mempercayai agama. Sebagian besar mereka lebih menyenangi pekerjaan daripada memiriki agama.

Jumlah orang muslim di negeri ini tidak terlalu banyak. Bisa dikatakan bahwa jumlah muslim di sini kurang dari 10 %. Walaupun sebagai kaum minoritas, di Korea juga terdapat mesjid di berbagai kota. Tidak hanya mesjid tapi terdapat juga berbagai mushola di segala pelosok daerah Korea. Mushola ini biasanya dibangun oleh sekelompok muslim dari negara tertentu seperti Indonesia, India, Pakistan dll. Di mesjid dan mushola ini, biasanya dimanfaatkan oleh jama'ah tablig untuk berda'wah. Biasanya jama'ah tablig ini berasal dari berbagai negara.

Selanjutnya yang menjadi topik pembicaraan adalah mengenai suasana makanan di Korea. Terus terang untuk mencari makanan halal di Korea sangat lah susah. Soalnya penduduk Korea selalu menggunakan Babi sebagai bahan utama makanan mereka. Ini yang menjadi perhatian setiap muslim untuk memperhatikan kandungan makanan tersebut. Selain itu daging yang lain seperti sapi, ayam, bebek, kambing diindikasikan tidak halal, hal ini dikarenakan cara penyelembihan daging ini tidak sesuai dengan syariat yang diajarkan (biasanya menggunakan mesin untuk penyelembihan binatang ini). Oleh karena itu, jika ingin makan daging ayam, sapi, kambing, bebek dll sebaiknya beli di toko yang penjualnya muslim soalnya diyakini penyelembihannya sesuai dengan syariat (seperti di daerah Itaewon kota Seoul).

Yang cukup menarik adalah pertanyaan dari teman-teman Korea atau Vietnam saat di kampus, mereka menanyakan kenapa kamu tidak bisa makan daging ini? Ini cukup berat untuk menjelaskannya soalnya ini akan memakan waktu yang panjang menjelaskannya. Tapi biasanya saya menjawab dengan jawaban yang sederhana yaitu dalam Islam memiliki prosedur untuk melakukan penyembelihan hewan ini. Dan selanjutnya pertanyaan yang menjebak, bagaimana kamu tahu daging ini disembelih tidak sesuai dengan prosedur Islam? Saya jawab dengan jawaban yang diplomatis karena Korea tidak mayoritas Islam, jadi saya ragu dengan cara penyelembihannya dan saya juga telah konfirmasi ke muslim yang lainnya yang telah tinggal di sini lebih lama. Mungkin pikiran seperti ini akan muncul di pikiran para pembaca, terus terang saya masih lebih percaya daging yang dijual di negara yang mayoritas Islam daripada di minoritas Islam dan juga lebih percaya ketika yang jual adalah muslim.

Kondisi yang lain adalah mengenai shalat. Di Korea, jadwal kegiatan di sini tidak memperhatikan jadwal waktu shalat. Jadi kita dituntut untuk mandiri untuk mengatur jadwal shalat kita dengan sebaik-baiknya (kadang saya izin keluar dari kelas untuk shalat).

Tapi bukan hanya perjuangan untuk beribadah saja yang saya lakukan di negara minoritas Islam ini, tapi saya juga mendapatkan pengalaman yang berarti. Saya mendapat kesempatan untuk mempelajari budaya di sini. Secara umum saya sangat kagum dengan budaya di sini (tapi ada beberap budaya yang tidak dikagumi seperti mabuk-mabukan). Ada salah satu budaya yang cukup menarik perhatian saya. Ketika ingin minum sesuatu dan gelas kita kosong, maka gelas kita akan diisi bukan oleh diri sendiri tapi akan diisi oleh orang lain. Mungkin perbuatan ini suatu hal yang biasa tapi yang cukup menarik adalah seorang atasan kadang memberikan air kepada bawahannya dan bawahannya juga akan memberikan air ke atasannya. Dari sikap budaya ini saya merasa kesamaan kedudukan ketika di meja makan (tapi ga tahu ya di luar meja makan =p). Dan ketika saya tanya ke orang Korea, dia jawab ini menunjukkan kesopanan kita terhadap orang yang lain.

Mungkin tulisan ini bisa membantu teman-teman untuk merasakan lingkungan yang saya rasakan di sini. Jadi teman-teman bisa merasakannya tanpa harus pergi ke Korea.

No Limit

No Limit