Tulisan saat ini merupakan pendapat pribadi saya mengenai niat, tujuan dan usaha. Mengapa tiga komponen ini saya ambil untuk dibahas? Karena tiga komponen ini adalah komponen yang dibutuhkan dalam meraih cita-cita.
Niat merupakan motivasi di dalam diri manusi untuk melakukan sesuatu. Tujuan merupakan arah yang akan kita capai. Usaha merupakan proses yang kita lakukan untuk mencapai tujuan.
Ketiga komponen itu saya analogikan sebagai sebuah mobil yang akan melakukan perjalanan. Niat saya analogikan sebagai bahan bakar. Jika bahan bakarnya salah maka mobil tersebut tidak akan jalan. Nah niat ini merupakan komponen utama. Jika kita memiliki niat yang beda maka motivasi untuk melakukan sesuatu pun akan mengalami kerusakkan. Apa yang dimaksud dengan kerusakan ini? Yang dimaksud kerusakan ini adalah nilai semangatnya akan menghilang atau nilai pahalanya akan hilang.
Tujuan dianalogikan sebagai tempat yang ditujukan. Ketika kita ingin berkendaraan, pasti kita harus punya tujuan. Kalau tidak ada tujuan maka kita akan menghabiskan energi tanpa mendapatkan sesuatu.
Usaha dianalogikan sebagai jalan yang dilalui. Kita harus memilih jalan yang bagus dan yang benar. Ketika kita sudah punya tujuan, tapi kita gunakan jalan yang hancur maka mengakibatkan kendaraan kita akan rusak. Begitu juga maksud dari usaha, jika usahanya tidak benar maka akan menghasilkan kerusakan walaupun tujuan akan tercapai.
Dengan analogi seperti itu maka menurut saya niat, tujuan dan usaha adalah komponen yang harus diperhatikan dalam kehidupan sehari-hari.
Tulisan ini saya buat sebagai pengamatan saya untuk mempersiapkan diri untuk menghadapi kehidupan berkeluarga. Pengamatan yang saya lakukan adalah melihat kejadian yang terjadi sekitar kehidupan saya.
Keluarga merupakan suatu kelompok terkecil dari suatu komunitas warga, dimana keluarga tersebut terdiri dari minimal dua orang yaitu suami dan istri. Tujuan dari keluarga ini adalah mempersiapkan keturunan yang memiliki kepribadian yang unggul (dalam Islam terkenal dengan muwashofat (10 kepribadian muslim)). Oleh karena itu, salah satu fungsi dari keluarga adalah fungsi pembinaan/ kaderisasi. Dengan adanya fungsi kaderisasi maka membentuk keluarga tersebut tidak semudah membalikkan kedua tangan.
Dengan penjelasan dari paragraf sebelumnya, maka diperlukan pengetahuan persiapan membangun keluarga bahagia. Makna bahagia di sini adalah merasakan ketenangan dalam mencapai tujuan serta dapat meraih tujuan tersebut. Dari pengamatan terhadap kejadian yang ada, ternyata diperlukan tiga hal diperhatikan untuk mencapai bahagia dalam berkeluarga. Yaitu:
Komunikasi yang terbuka di keluarga. Komunikasi adalah komponen yang terpenting. Dengan adanya komunikasi ini maka kita bisa membentuk keluarga yang memiliki visi bersama. Selain itu, komunikasi dapat menghidari sikap ketidakpercayaan antara anggota keluarga. Sebaiknya komunikasi dilakukan pada seluruh aspek, misalnya keuangan, pendidikan anak, persiapan liburan, permasalahan yang dihadapi dll.
Jangan jadikan bahwa uang adalah tujuan hidup. Uang mungkin sebagai salah satu komponen terpenting dalam hidup. Saya tidak membohongi diri saya bahwa dalam berkeluarga sangat dibutuhkan uang (salah satu kepribadian muslim adalah mandiri dalam ekonomi yang notabenenya mempunyai uang). Tapi bukan berarti kebahagian itu dinilai dari banyaknya uang. Saya merupakan penganut bahwa kaya itu bukan lah tujuan tapi kaya adalah suatu resiko/efek. Artinya ketika kita mempunyai cita-cita, dan jika cita-cita tersebut dapat diraih maka uang akan mengalir dengan sendirinya.
Saling mengerti dan memahami. Point ini adalah turunan dari point pertama. Maksud dari point ini adalah bagaimana sang suami bisa memahami keadaan dan sifat istri mulai dari yang baik sampai yang buruk, begitu juga sebaliknya. Sehingga fungsi point ini adalah adanya sikap sebagai penghibur ketika suami lagi punya masalah atau ketika istri lagi punya masalah. Kenapa point ini sebagai turunan point pertama? Karena pada point ini dibutuhkan kemampuan komunikasi yang baik untuk mengeti dan memahami keadaan anggota keluarga (suami, istri, anak).
Ketiga point tersebut dibutuhkan dalam membentuk keluarga bahagia (bahagia berkeluarga). Semoga hasil pengamatan ini yang selanjutnya saya sadurkan dalam bentuk paparan atikel bisa diaplikasikan dengan mudah dalam membentuk keluarga.
Mungkin bisa membantu mengenal saya lebih dekat.. Ini merupakan hasil dari facebook: Hanya merupakan prediksi saja, silahkan untuk berpikir objektif terhadap saya sendiri... :D
Hadi telah menghitung tarikh lahirnya dalam tahun Islam.
Bulan kelahiran Islam anda adalah pada 18 Muharram 1408 Hijrah iaitu jatuh pada hari Sabtu.
Maksud : Bulan ini mengambil perkataan "Haram" yang bermaksud terlarang. Ini disebabkan budaya atau tradisi Arab mengharamkan sebarang peperangan pada bulan ini. Selepas munculnya Islam, Allah meneruskan budaya ini lantas menjadi satu antara empat bulan haram dalam Islam.
Sifat : Seseorang itu bersifat pendiam dan memiliki pemikiran yang sihat. Mungkin akan menjadi tidak sihat sekiranya anda tidak mendapat didikan yang sempurna. Walaupun begitu, jika dididik dengan baik, anda boleh menjadi seorang yang cerdik kerana bakat fikiran yang pintar dan cerdas yang ada pada anda. Di samping itu anda mempunyai keinginan yang baik dan selalu berada dalam keadaaan yang selamat.
Dua kata yang sangat mudah diucapkan tapi memerlukan perjuangan untuk pelaksanaannya yaitu:
Sabar
Iklhas
Mungkin mulut kita bisa mengucapkan kata tersebut berulang-ulang tapi hati kita sulit melakukannya secara kontinuitas kecuali bagi orang-orang yang tahu maknany..
Selamat untuk berlatih mempraktekan kedua kata tersebut....
Pada hari Jum'at (27 Maret 2009) pagi terjadi musibah di daerah Tanggerang. Tanggul Situ Gintung jebol yang mengakibatkan rumah penduduk di sekitar tanggul Situ Gintung hancur porak poranda. Kejadian ini telah makan puluhan korban tewas. Ada seorang bapak berumur 55 tahun telah kehilangan 7 anggota keluarganya. Saya turut berduka ketika mendengar kabar ini. Semoga korban diberikan ketabahan oleh Allah SWT.
Kejadian ini saya mendapatkan pelajaran arti dari sikap aktif. Sikap proaktif bisa mencegah peristiwa ini atau bisa diadakan evakuasi dini. Tanggul dibangun pada saat jaman penjajahan Belanda. Tanggul ini sudah beberapa kali mengalami kerusakan. Sesaat sebelum tanggul jebol, sudah ada indikasi bahwa tanggul mulai rusak. Dalam kondisi seperti ini menurut saya seharusnya sudah ada sikap proaktif dari pihak-pihak terkait apalagi pada saat ini curah hujan di daerah Jabotabek cukup tinggi. Tetapi sikap proaktif telah telat karena peristiwa ini sudah terjadi ketika penduduk sedang tertidur pulas.
Pada musim penghujan, di daerah Jabotabek sering terjadi bencana. Saya berharap dengan kejadian ini kita sebagai warga Indonesia (khususnya bagi orang-orang yang berkaitan dengan keilmuan infrastruktur) bisa bersikap proaktif untuk mencegah kejadian yang banyak makan korban seperti ini. Bukan jamannya untuk melimpahkan tanggung jawab kepada orang lain, seharusnya adalah saling sinergi untuk menyelesaikan persoalan yang ada.
Kejadian ini merupakan pelajaran bagi seluruh warga Indonesia bukan hanya pemerintah saja atau warga sekitar tanggul saja. Marilah kita bersinergi untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh Indonesia. Kejadian jebol tanggul ini merupakan salah satu persoalan dari berbagai persoalan yang dihadapi oleh warga Indonesia.
Pembangunan yang berkelanjutan bergantung terhadap tiga komponen yaitu sumber daya manusia, sumber daya alam dan sistem.Sumber daya alam dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya apabila terdapat teknologi.Teknologi muncul dikarenakan adanya sumber daya manusia yang bermutu. Sumber daya manusia akan menjadi lebih baik apabila pendidikan yang diberikan mempunyai nilai-nilai yang baik. Apabila pendidikan hancur maka pendidikan yang berkelanjutan mengalami masalah.
Krisis multidimensional yang melanda Indonesia merupakan sumber daya manusia yang masih belum bisa bersaing. Sumber daya manusia yang belum bisa bersaing dikarenakan mutu pendidikan belum baik. Dan yang paling merisaukan sumber daya manusia sering bertindak tanpa moralitas.
Menurut IMD (2000) Indonesia menduduki peringkat ke-45 (dari 47 negara) dalam hal daya saing. Padahal Singapura berada pada posisi no.2 dan Malaysia serta Thailand masing-masing pada urutan ke-25 dan ke-23. Daya saing ditentukan oleh mutu SDM. Ditinjau dari segi mutu SDM, Indonesia menduduki peringkat 46. SDM Indonesia ternyata kurang menguasai sains dan teknologi, dan kurang mampu secara manajerial. Dalam kedua hal ini Indonesia mendapat nomor urut 42 dan 44.
Penelitian lain mengungkapkan, produktivitas SDM Indonesia rendah, karena kurang percaya diri, kurang kompetitif, kurang kreatif dan sulit berprakarsa sendiri (=selfstarter, N Idrus CITD 1999).
Di samping itu, banyak pusat kajian menggolongkan Indonesia pada kelas amat wahid dalam hal korupsi. Korupsi berkaitan dengan penyalahgunaan kewenangan, dengan kebohongan, ketidakjujuran, bahkan dengan ketidakadilan dan pemerasan. Semua itu tanda-tanda kemerosotan bahkan kebejatan moral.
Tidak adil apabila kita hanya mempersalahkan dunia pendidikan. Karena kemerosotan turut dipengaruhi oleh faktor lingkungan, khususnya media massa. Namun, tetap benar institusi yang ex officio bertanggung jawab terhadap pembinaan SDM adalah dunia pendidikan. Oleh sebab itu, penting sekali negara berkembang seperti Indonesia mengikuti nasihat peneliti McDougall: invest in man not in plan.
Dari paparan diatas dapat disimpulkan bahwa inti permasalahan dari pembangunan berkelanjutan adalah pendidikan yang belum bisa menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Hal ini dapat mengakibatkan terjadinya moralitas yang rendah. Salah satu yang dapat dirasakan adalah korupsi yang terjadi di tengah-tengah birokrat Indonesia.
Makalah ini akan membahas solusi yang bisa menjawab permasalahan utama yang harus dihadapi untuk menjalankan pembangunan berkelanjutan.
Telaah Pustaka
Manusia Pembelajar
Tugas, tanggung jawab dan panggilan pertama seorang manusia adalah menjadi pembelajar. Sedangkan pelajaran pertama dan terutama yang perlu dipelajarinya adalah belajar menjadikan dirinya semanusiawi mungkin.Keunikan manusia dibandingkan dengan berbagai makhluk dan ciptaan Tuhan lainnya khususnya dengan binatang adalah manusia dapat belajar tentang, belajar melakukan dan belajar menjadi dirinya sendiri sementara binatang hanya dimungkinkan untuk belajar melakukan.Binatang tidak dapat belajar tentang apalagi belajar menjadi.
Perbedaan antara belajar tentang dan belajar melakukan dapat dicontohkan belajar sepeda. Dicontohkan belajar tentang bersepeda berarti mempelajari teori-teori terkait dan itu dapat dilakukan di sebuah ruangan yang tidak ada sepedanya.Belajar bersepeda (belajar melakukan) berarti pergi membawa sepeda ke tanah lapang atau jalan dan praktik langsung.
Belajar menjadi adalah proses manusia pembelajar memanusiawikan dirinya. Memanusiawikan diri maksudnya adalah merenungkan hakikat dirinya terlebih dahulu, mencari jati dirinya, menghayati keberadaannya sebagai “apa” dan “siapa”. [1]
Berpikir Besar
Seseorang akan menjadi manusia besar diawali oleh pikirannya. Apabila pikiran manusia hanya berpikir kecil maka manusia tersebut tidak akan pernah menjadi orang-orang yang besar. Sebaliknya apabila manusia berpikir suatu hal yang besar maka manusia tersebut akan menjadi orang-orang yang besar.[2]
Dalam menghadapi pembangunan yang berkelanjutan yang perlu diperhatikan adalah manusia yang berkualitas terutama dalam pemikiran daripada kuantitas manusia yang bekerja dalam pembangunan. [3]
Kualitas dari manusia dapat dilihat dari pola pikirnya. Dapat dianalogikan untuk melihat gelas yang berisi setengah air. Apabila manusia melihat gelas tersebut adalah setengah kosong maka manusia tersebut orang yang pesimis. Sebaliknya apabila manusia melihat gelas tersebut adalah setengah isi maka manusia tersebut orang yang optimis.[4]
Dengan pemikiran yang besar dapat membuat manusia menjadi visioner. Manusia visioner merupakan manusia yang bisa melakukan pencapaian-pencapaian besar. Manusia-manusia visioner dapat menjadi golongan creative minority. Creative minority merupakan sekumpulan manusia yang minoritas yang dapat melakukan suatu perubahan besar.
Lingkungan
Lingkungan merupakan komponen utama dalam proses pendidikan. Nilai-nilai yang terdapat di tengah masyarakat biasanya akan dapat disampaikan melalui lingkungan.
Lingkungan juga dapat membentuk pola pikir seseorang.Salah satu contohnya adalah anak-anak jalanan. Anak-anak jalanan memiliki pola pikiran hidup untuk makan.Pola pikiran ini telah terciptakan ketika mereka lahir di tengah kehidupan yang sulit. Lingkungan mereka membentuk pola pikir mereka hidup untuk mencari uang yang cukup untuk membeli makanan.
Selain itu lingkungan yang bebas dapat juga membawa manusia hidup dalam pergaulan bebas yang dapat menjebak manusia pada obat-obat terlarang maupun sex bebas. Hal ini juga dapat menghancurkan masa depan anak-anak muda yang notabenenya menjadi stake holder dalam pembangunan yang berkelanjutan.
Integritas
Integritas adalah kesesuain antara hati, perkataan dan perbuatan. Dapat dikatakan bahwa integritas adalah kejujuran.
Nilai-nilai integritas ini tidak dapat diajarkan dalam kelas atau dalam media diskusi. Nilai-nilai ini akan tersampaikan apabila adanya praktik tauladan yang baik yang dilakukan seseorang. Dengan kata yang lain nilai-nilai integritas akan tersampaikan melalui lingkungan.
Tabel 1 merupakan tabel hasil survei NACE USA. [5]
Tabel 1
Dari tabel 1 tersebut dapat dilihat ternyata integritas merupakan komponen yang dibutuhkan dalam dunia kerja. Dengan integritas yang tinggi maka manusia dapat dipercaya untuk mendapat amanah dalam pekerjaan. Dalam pelaksanaan pembangunan dibutuhkan orang-orang yang memiliki integritas yang tinggi.
Pembahasan
Permasalahan utama yang dihadapi oleh pembangunan Indonesia adalah krisis sumber daya manusia yang berkualitas dan bermoral. Hal ini dapat dilihat dengan banyaknya kasus korupsi yang terjadi di lembaga pemerintahan dan juga tingkat pengangguran yang tinggi.
Solusi untuk menghadapi permasalahan tersebut adalah membuat pendidikan “belajar menjadi” sedini mungkin.
Pendidikan di tingkat SD sebaiknya tidak hanya mendapat materi “belajar tentang” saja (pelajaran formal) tetapi juga mendapat materi “belajar menjadi”. Sebenarnya untuk mendapatkan materi “belajar menjadi” dibutuhkan lingkungan yang mendukung baik lingkungan di sekolah maupun di lingkungan keluarga.
Pemikiran-pemikiran visioner juga diharapkan diberikan pada saat umur 7-14 tahun.Hal ini dikarenakan pada umur 7-14 tahun merupakan masa pembentukan karakter diri. Pada masa ini sebaiknya telah diceritakan mengenai profesi-profesi yang ada.Informasi mengenai profesi-profesi yang ada membuat mereka dapat menentukan masa depannya dan konsekuensi perjuangan yang harus dilewati. Dengan mengetahui masa depan ke arah mana, maka akan tercipta manusia-manusia pemimpi besar yang selanjutnya akan menjadi bagian dari creative minority.
Hal ini telah dilakukan oleh sekolah alam Bandung. Dimana sekolah alam Bandung telah mengajarkan materi “belajar tentang” dan juga “belajar menjadi”. Murid-murid sekolah alam telah diajarkan menjadi seorang entrepreneur yang diharapkan ke depannya mereka dapat menciptakan lapangan pekerjaan.Proses pemberian materi “belajar menjadi” pada sekolah alam Bandung juga didukung oleh suasana lingkungan pendidikan.
Pada umumnya di sekolah, materi “belajar menjadi” belum tentu dapat diberikan.Di sekolah pada umumnya hanya memberikan materi “belajar tentang”. Jadi di sekolah pendidikan secara keseluruhan hanya tersampaikan sebesar 30% selebihnya sebesar 70% pendidikan dilakukan di rumah oleh orang tua.
Untuk permasalahan pendidikan moral, dapat disampaikan oleh tauladan yang diberikan guru dan juga orang tua. Tauladan yang baik tersebut selanjutnya akan menghasilkan integritas.Untuk proses pembentukkan integritas merupakan tanggung jawab bersama antara guru dan orang tua. Penanaman nilai integritas sebaiknya dilakukan pada usia 7-14 tahun.
Penutup
Kesimpulan
-Proses “belajar menjadi” selama ini belum dilakukan sedini mungkin.
-Creative minority terdiri dari orang-orang yang visioner yang selanjutnya bisa melakukan perubahan-perubahan besar.
-Pada umumnya di sekolah hanya mengajarkan materi “belajar tentang”. Untuk materi “belajar menjadi” banyak membutuhkan peran orang tua.
-Lingkungan merupakan komponen yang mendukung pemberian materi “belajar menjadi” dan integritas.
-Korupsi merupakan persoalan integritas yang menurun di setiap diri manusia. Integritas yang menurun dikarenakan lingkungan yang tidak memberikan tauladan yang baik.
-Untuk membantu pembangunan yang berkelanjutan dimulai dari pemberian tauladan yang baik bagi generasi muda untuk menciptakan integritas pada generasi muda.
Rekomendasi
-Diharapkan orang tua dapat menciptakan lingkungan yang baik di keluarga dan juga berperan aktif dalam pendidikan anaknya.
-Diharapkan guru dan orang tua memiliki integritas yang baik agar dapat dicontoh oleh murid-muridnya.
Daftar Pustaka
[1] Harefa, Andreas.2005. Menjadi Manusia Pembelajar.Indonesia:Kompas.
Let it go Let it roll right off your shoulder Don't you know The hardest part is over Let it in Let your clarity define you In the end We will only just remember how it feels
Our lives are made In these small hours These little wonders These twists and turns of fate Time falls away, But these small hours These small hours Still remain
Let it slide Let your troubles fall behind you Let it shine, Till you feel it all around you And I don't mind If it's me you need to turn to We'll get by It's the heart that really matters in the end
Our lives are made In these small hours These little wonders These twists and turns of fate Time falls away But these small hours These small hours Still remain
All of my regret Will wash away somehow But I cannot forget the way I feel right now
In these small hours These little wonders These twists and turns of fate Yeah, these twisted turns of fate Time falls away Yeah, but these small hours, These small hours Still remain
Yeah, oh they still remain These little wonders All these twists and turns of fate Time falls away But these small hours These little wonders Still remain
Ada pendapat yang mengatakan bahwa untuk meraih sesuatu yang diinginkan harus melalui namanya perjuangan. Mengapa harus melalui perjuangan? Saya akan mencoba menganalogikan pertumbuhan manusia. Apakah bayi yang baru lahir selanjutnya bisa menjadi dewasa tanpa melalui masa balita, masa anak-anak, masa remaja? Tidak kan. Setiap peristiwa di muka bumi ini secara alami membutuhkan namanya proses. Untuk menyelesaikan proses itu membutuhkan namanya perjuangan.
Lalu apakah kita bisa mengambil jalan pintas dalam mencapai keinginan atau perkataan yang lain adalah melewati beberapa proses yang harus dihadapi? Nah, pertanyaan ini sebenarnya ada keterkaitan dengan masalah efisiensi perbuatan. Orang yang berpikir short cut way akan selalu mencari jalan untuk melewati sebagian proses dengan alasan untuk mencapai tujuannya dengan cepat dan tepat. Orang yang berpikiran ini biasanya memiliki pikiran tujuan minded, maksudnya adalah tujuan akhir merupakan segala-galanya. Sedikit mengeluarkan tenaga dan mendapatkan hasil yang memuaskan adalah pegangannya. Lalu apakah dia bisa mencapai tujuan nya? Sebagian bisa tapi sebagian tidak bisa mencapai tujuannya.
Kategori yang lain adalah orang yang suka berjuang melewati semua proses kegiatan. Orang seperti ini akan sabar dalam menghadapi semua tantangan dan juga proses yang harus dia hadapi. Kategori seperti ini biasanya memiliki ilmu dan juga pengalaman yang relatif lebih banyak dibandingkan oleh kategori short cut way. Kok bisa? Hal ini dikarenakan kategori orang yang suka berjuang akan mendapatkan ilmu pada setiap proses yang dia hadapi. Orientasi orang seperti ini adalah proses menuju tujuannya. Jika dia tidak dapat mencapai tujuannya, biasanya dia tidak merasa rugi atau bisa dikatakan tidak sia-sia karena dia telah mendapatkan ilmu di setiap proses yang dia hadapi.
Nah, lalu yang mana yang bagus? Untuk menuju ke suatu peubahan yang baik, kategori orang yang suka berjuang merupakan kategori yang dibutuhkan. Kategori ini biasanya akan tetap berjuang walaupun mengalami kegagalan karena kegagalan itu merupakan proses yang dia hadapi. Kategori orang yang short cut way biasanya tidak tahan dengan namanya kegagalan. Tapi bukan berarti orang yang suka berjuang tidak mengenal nama istilah efesiensi. Meeka tetap mengenal istilah efisiensi tapi efisiensi yang dimaksud adalah beusaha meninggalkan perbuatan tidak bermanfaat bukan meninggalkan proses yang bermanfaat.
Di luar dari dua kategori tersebut, ada satu hal yang tidak boleh dilupakan dalam meraih keinginan yaitu strategi. Besar atau kecil keinginan yang akan dicapai juga memerlukan srategi. Oleh karena itu, buatlah strategi yang sebaik mungkin.
Lalu kita dikategori mana? Saya masih merasa diri saya di kategori orang yang suka short cut way. Saya merasa pola pikiran saya ini harus segera saya ganti kalau menginginkan mimpi saya tercapai. "Ya Allah, hanya kepada-Mu hamba berserah diri. Izinkan hamba-Mu ini untuk melakukan peubahan pada diri sendiri. Dan izinkan lah hamba-Mu ini bisa berkarya....Amin..."
Ketika saya mendengar kejadian di gedung DPRD Sumut yang mengakibatkan ketua DPRD Sumut meninggal dunia (belum ada keterangan resmi apakah meninggal akibat serangan jantung atau akibat dipukuli, tapi yang perlu dibahas adalah peristiwa anarkis), saya merasa kecewa. Menurut saya peristiwa anarkis seperti ini diharapkan tidak terjadi.
Peristiwa anarkis ini berawal dengan ketidakpuasan masa pro pembentukan provisnsi Sumatera Tenggara terhadap ketua DPRD Sumut. Masa ini menilai bahwa ketua DPRD Sumut tidak baik kinerjanya dalam pengurusan pemekaran daerah tapanuli menjadi provinsi Sumatera Tenggara. Dengan rasa ketidakpuasan ini, masa mulai mendekati ketua DPRD Sumut dan memberikan cacian kepada ketua DPRD Sumut. Bukan hanya cacian yang diterima oleh ketua DPRD Sumut tetapi juga pukulan ke tubuh beliau. Pada saat itu juga, tidak terlalu banyak pasukan keamanan yang menjaga aksi ini sehingga pengamanan terhadap ketua DPRD Sumut pun tidak terlalu ketat.
Yang menjadi perhatian saya adalah peristiwa anarkis yang terjadi. Peristiwa ini bukanlah mencerminkan sikap seorang yang dewasa. Saya merasa hal ini dianalogikan seperti seorang anak kecil ketika meminta pensil kepada orang tuanya. Karena orang tuanya tidak merasa pensil masih belum bermanfaat bagi anak kecil tersebut, orang tua tersebut tidak bersedia membeli pensil tersebut. Anak kecil tersebut menjadi kecewa dan menangis dan uring-uringan sehingga beberapa benda di sekitar anak kecil tersebut dilempar ke segala arah. Padahal anak kecil tersebut bisa bersikap dewasa jika anak kecil tersebut menjelaskan manfaat yang dia peroleh ketika dia mendapatkan pensil tersebut.
Saya sendiri masih bingung mengenai pembentukkan provinsi Sumatera Tenggara ini. Jika pro pembentukan provinsi Sumatera Tenggara sudah memiliki analisa yang bagus dan bisa menjelaskan manfaat berdirinya provinsi ini, pro pembentukan provinsi Sumatera Tenggara ini bisa memanfaatkan anggota dewan di DPRD Sumut yang telah mereka pilih di daerah mereka ketika pemilu 2004 untuk memperjuangkan pembentukkan provinsi Sumatera Tenggara. Kalau seandainya anggota dewan terpilih di daerah mereka tidak mau memperjuangkan agenda pembentukan provinsi Sumatera Tenggara, berarti mereka telah salah pilih anggota dewan yang tidak amanah ketika pemilu 2004 atau agenda ini hanya merupakan agenda segolongan orang saja yang menginginkan provinsi baru. Allahu'alam
Saya berharap anarkis seperti ini yang telah terjadi beberapa kali di negara Indonesia dapat dikurangi atau dihilangkan. Kepada generasi muda, ingatlah di masa akan datang negara ini akan dipegang oleh generasi muda saat ini. Jadi mulailah untuk belajar menjadi dewasa. Nasehat ini juga berlaku buat saya (penulis).
Ini merupakan pengalaman petama saya untuk menjadi narasumber di radio. Kemarin saya rekaman di KBS Korea (sepeti RRI-nya Korea). Ini topiknya:
Penggunaan bahasa singkatan dalam komunikasi: Akhir-akhir ini cukup berkembang pesat penggunaan kata-kata singkatan atau istilah khusus dalam berkomunikasi di dalam ruangan internet atau SMS. Bagi genarasi tua, penggunaan kata-kata seperti ini seringkali menjadi masalah karena tidak dapat memahaminya. Bagaimana pendapat generasi muda tentang hal itu?
Nah, berikut opini kaula muda Korea dan Indonesia.
Silahkan kunjungi: web KBS Lalu klik tanda speaker atau tanda tanggal 2009-01-30 untuk mendengarkan rekamannya.