Selasa, 03 Januari 2012

1 Tahun Universitas Terbuka cabang Korea: Berkarya dan Berpendidikan

Minggu 1 Januari 2012 ini menjadi hari yang sangat spesial bagi sebagian Masyarakat Indonesia di Korea Selatan. Bukan hanya karena momen tahun baru yang tentunya selalu membawa angin segar perubahan namun juga dikarenakan, hari tersebut diselenggarakannya syukuran atas berlangsungnya satu tahun penyelenggaraan Universitas Terbuka cabang Korea Selatan (UT Korea). UT Korea yang diikuti oleh para Tenaga Kerja Indonesia di Korea saat ini diikuti tidak kurang dari 200 Mahasiswa yang terbagi dalam tiga departemen: Ilmu Komunikasi, Manajamen dan Bahasa Inggris.

UT Korea yang dimotori oleh Persatuan Pelajar Indonesia di Korea (PERPIKA), tepatnya pada 12 Desember 2010 lalu, PERPIKA ‘memberanikan diri’ untuk menyelenggarakan, mengelola dan mengurus segala urusan administrasi para Mahasiswa UT Korea. Di awal-awal, keberanian ini cukup disangsikan banyak pihak terkait para Pengurus UT Korea yang sebagian besar adalah para Mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Korea Selatan memiliki kesibukan dan tanggung jawab studi/riset di kampus masing-masing. Hal ini pun juga ditambah oleh beban budaya Korea yang sangat disiplin dan gila kerja (workaholic). Namun begitu, waktu satu tahun yang dilewati ini menjawab sedikit demi sedikit atas keraguan tersebut.

Di awal pengelolaan, para Pengurus UT dapat dibilang cukup kewalahan karena baru mengenal sistem administrasi dan pengelolaan para Mahasiswa, yang ternyata sangat antusias untuk mendaftar menjadi Mahasiswa UT Korea. Pada saat awal diuka, lebih dari 100 Mahasiswa mendaftar di UT Korea. Perihal dan permasalahan seperti: pengiriman ratusan buku yang menjadi modul ajar, pelaksanaan kuliah secara online dan tatap muka, sistem penggajian bagi para Tutor, sistem penilaian dan ujian, semuanya ternyata mengasah para Pengurus, Tutor dan para Mahasiswa UT Korea untuk terus memperbaiki sistem yang ada secara bersama. Alhasil, dalam pemaparan di acara HUT UT Korea tersebut para Pengurus saat ini menunjukkan perbaikan sistem pengelolaan UT Korea dengan menghadirkan dua situs yaitu ‘UT Korea’ dan ‘Portal Akademik UT Korea’ yang nantinya akan menjadi sistem terintegrasi pengelolaan seluruh urusan administrasi UT Korea.

Hal yang menarik lainnya, di acara hari ulang tahun pertama UT Korea tersebut juga menunjukkan adanya potensi UT Korea ini bisa berkontribusi dan memberi solusi atas permasalahan bangsa yang ada saat ini. Dalam survey yang dirilis dalam sesi Talk Show di acara tersebut dipaparkan, dengan persebaran asal Mahasiswa UT Korea yang beragam di seluruh Indonesia, tabungan hasil kerja yang dapat dijadikan modal dari hasil bekerja selama berada di Korea dan potensi akan efektivitasnya program UT Korea bagi para Mahasiswanya dalam meningkatkan kualitas pendidikan, pola fikir dan dalam menganalisa masalah, ‘Alumni UT Korea’ dapat menjadi benih subur yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia yang dapat menggerakan perekonomian, perbaikan strata sosial serta peningkatan kualitas kehidupan.

Di saat penyelenggaran syukuran satu tahun program UT Korea, para Pengurus dan Tutor UT Korea dibuat cukup terharu dengan adanya beberapa persembahan (performance) berupa puisi dan lagu mars UT Korea yg dibuat sendiri oleh mahasiswa UT Korea. Persembahan itupun mendapatkan apresiasi dari hadirin yang hadir berupa standing ovation. Persembahan acara tersebut seperti mengungkapkan rasa terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada mereka untuk bisa merasakan pendidikan tinggi dalam program UT Korea ini. Tak dipungkiri, semangat dan motivasi para Mahasiswa UT Koreapun juga terbungkus dalam motto UT Korea dan juga menjadi tema hari itu: berkarya dan berpendidikan.

*Penulis:

Andy Tirta, Mahasiswa Doktoral di Yeungnam University, Korea Selatan. Andy adalah salah satu Tutor di Departemen Ilmu Komunikasi UT Korea.

Hadi Teguh Yudistira, Mahasiswa Doktoral di Konkuk University, Korea Selatan. Saat ini, Hadi juga menjabat sebagai Koordinator UT Korea.


Tambahan:

Video: Mars UT Korea dan Puisi

Jumat, 19 Agustus 2011

Universitas Terbuka (UT) Korea sebagai Miniatur Pengelolaan Universitas

Sebuah tulisan yang dibuat untuk melengkapi berkas UT award 2011
-----------------------------

Universitas Terbuka (UT) Korea sebagai Miniatur Pengelolaan Universitas

Kebutuhan adanya program Universitas Terbuka Korea (UT Korea) telah ada sejak sekitar tiga tahun lalu. Tetapi belum ada yang bersedia untuk menerima tugas pengelolaan UT Korea. Pada akhir tahun 2009, Persatuan Pelajar Indonesia di Korea (Perpika) membentuk tim penyelenggara UT Korea. Setelah satu tahun kemudian, pada tanggal 12 Desember 2010 diadakan sosialisasi UT di gedung serba guna KBRI Seoul yang diisi oleh Pembantu Rektor 4 UT, pak Gorky Sembiring. Paska sosialisasi UT di KBRI Seoul, tim UT Korea segera melakukan konsolidasi tim pengelola yang diamanahi sebagai pokjar di Korea Selatan.

Dengan waktu yang singkat yaitu sekitar 2 bulan, tim UT Korea melakukan pembenahan secara struktur walaupun dengan pengalaman yang sedikit dalam pengurusan struktur akademik. Dalam struktur UT Korea diputuskan struktur sebagai berikut:

Ketua/Koordinator umum : Hadi Teguh Yudistira

Koordinator registrasi mahasiswa : Viny

Koordinator tutor : Mutiara Baby

Koordinator humas dan informasi : Hasrul Ma’aruf

Koordinator peralatan dan tempat : Iman Prayudi

Bendehara : Dwi Hestiningsih

Pada struktur tersebut, tugas masing-masing struktur memiliki fungsi yang hampir sama dengan struktural di universitas. Koordinator tutor memiliki tugas yang hampir sama dengan tugas dari pembantu rektor 1, bendehara memiliki tugas yang hampir sama dengan tugas dari pembantu rektor 2, koordinator registrasi mahasiswa yang memiliki tugas yang hampir sama dengan tugas dari pembantu rektor 3 serta koordinator humas dan informasi yang memiliki tugas yang hampir sama pembantu rektor 4 yang membantu mencarikan koordinator wilayah dari setiap organisasi tenaga kerja Indonesia.

Dalam penyelenggaraannya dua personal koordinator mengundurkan diri dari posisinya yaitu koordinator registrasi mahasiswa dan koordinator peralatan dan tempat. Awalnya tugas dari koordinator registrasi mahasiswa dipegang oleh koordinator tutor dan koordinator peralatan dan tempat dipegang rangkap oleh ketua/ koordinator umum. Pada awalnya tugas awal tugas koordinator registrasi mahasiswa pada saat regsitrasi mahasiswa dibantu oleh seluruh pengurus UT Korea. Sebelum formulir dikirim ke Jakarta, pengurus UT Korea mendata mahasiswa UT korea dengan mencari informasi nama, NIM, jurusan dan lokasi/ wilayah registrasi. Sebagai informasi, untuk mempermudah pengurusan UT Korea, pengurus UT Korea melakukan pendaftaran sesuai wilayah. Wilayahnya adalah Guro, Ansan, Cheonan, Daejon dan Daegu, dan pasa semester selanjutnya dikembangkan menjadi Guro, Ujiongbu, Ansan, Cheonan, Daejon, Daegu dan Busan. Dari wilayah-wilayah tersebut, pengurus UT Korea membagi atas dua yaitu Korea Selatan bagian utara yang terdiri dari Guro, Ujiongbu, Ansan, Cheonan dan Daejon. Korea Selatan bagian selatan yang terdiri dari daegu dan Busan. Pembagian dua wilayah ini untuk mebantu membuka kelas serta lokasi ujiannya. Data-data mahasiswa tersebut, disimpan di google docs dengan tujuan agar setiap pengurus bisa melihat data tersebut secara on line.

Tetapi dalam proses berjalannya semester awal, ternyata koordinator tutor tidak bisa menerima tugas yang dimiliki oleh koordinator registrasi mahasiswa sehingga tugas ini dipegang oleh ketua/koordinator umum UT Korea. Di dalam pelaksanaannya tugas koordinator peralatan dan tempat yang dipegang oleh ketua/koordinator umum dibantu oleh mahasiswa UT. Hal ini menjadi kesepakatan ketika UT Korea mengadakan kuliah umum yang diisi oleh bu Nadia Sri Damajanti. Pada saat kuliah umum diambil kesepakatan bahwa terkait pengurusan keuangan tempat serta akomodasi tutor menuju kelas akan diurus oleh masing-masing kelas bukan diurus oleh pengurus UT Korea. Dengan adanya kesepakatan itu, tugas koordinator peralatan dan tempat telah berkurang.

Di awal masa akan dilaksanakan tutorial tatap muka, pengurus UT Korea melakukan rapat koordinasi secara on line melalui skype di malam hari pada setiap minggunya. Rapat koordinasi pengurus ini bertujuan melihat kesiapan penyelengaraan perdana proses belajar mengajar UT Korea. Yang menjadi unik dari pengurus UT Korea ini adalah semuanya merupakan mahasiswa Indonesia yang belajar di Korea baik jenjang S1, S2, serta S3. Di tengah kesibukan menjadi mahasiswa di Korea, para pengurus berusaha memberikan sebagain waktunya di malam hari untuk rapat koordinasi melalui skype atau di akhir pecan untuk rapat koordinasi secara tatap muka. Para pengurus biasanya mencari tempat yang bersifat gratis untuk bisa rapat koordinasi secara tatap muka. Tempat-tempat yang telah dijadikan pengurus untuk rapat koordinasi adalah kafe, rumah salah satu pengurus serta daerah santai kampus suatu universitas.

Selain rapat koordinasi pengurus, di UT Korea juga telah menjalankan rapat koordinasi evaluasi akademik mahasiswa. Rapat koordinasi evaluasi akademik mahasiswa ini dihadiri oleh para pengurus UT Korea dan juga para tutor UT Korea. Rapat koordinasi evaluasi akademik mahasiswa ini bertujuan untuk memperhatikan kondisi mahasiswa baik kehadiran maupun kondisi kelas ketika tutorial tatap muka serta membahas beberapa kendala di kelas. Rapat koordinasi evaluasi akademik ini bertujuan untuk membantu tugas koordinator registrasi mahasiswa serta tugas koordinator tutor untuk mengetahui kondisi akademik mahasiswa serta kondisi proses belajar mengajar di kelas. Selama delapan kali pertemuan tutorial tatap muka, rapat koordinasi evaluasi akademik telah dilaksanakan sebanyak empat kali.

Sebagai media membantu tugas dari koordinator humas dan informasi, UT Korea membuat tiga media informasi yaitu website, facebook groups serta mailing list (milist). Dari ketiga media tersebut, facebook group merupakan media efektif untuk menyampaikan beberapa informasi. Koordinator humas dan informasi mempunyai peran penting juga dalam membuka jaringan informasi kepada para koordinator wilayah mahasiswa UT.

Bendehara merupakan salah satu peran yang sangat penting di kepengurusan UT Korea. Hal ini dikarenakan dengan pengelolaan uang yang baik maka pihak mahasiswa UT akan mempercayai pengurus UT Korea. Di awal kepengurusan UT Korea, tidak sedikit para pengurus UT Korea mengorbankan uangnya untuk kepentingan operasional UT Korea. Hal ini dikarenakan diawal kepengurusan, UT korea tidak punya dana operasional. Tetapi dengan pekerjaan yang baik dari bendahara untuk melakukan pengingat pembayaran uang SPP dan uang operasional serta melakukan pembukuan keuangan yang baik, saat ini UT Korea mempunyai keuangan surplus. Sebagian dana surplus tersebut digunakan untuk membeli proyektor, webcam (dan peralatan yang mendukung UT Korea yg lain), hadiah penghargaan kepada mahasiswa yg berprestasi, dan sebagainya. Laporan keuangan UT Korea dilaporkan secara regular setiap semester sebelum penyelenggaran semester ajar yang baru.

Dengan adanya kerja sama yang baik antara pengurus UT korea, para tutor UT Korea serta mahasiswa UT korea, UT korea telah menghasilkan prestasi yang luar biasa. Di luar target dari pengurus di masa semester awal, pengurus hanya menargetkan mahasiswa UT Korea lulus sebanyak 50 %, ternyata prestasi yang terjadi lebih dari itu. Prestasi yang dilahirkan oleh UT Korea adalah mahasiswa UT Korea telah mengikuti festival internasional, satu karya tulis mahasiswa UT Korea yang masuk dalam kompetisi lomba karya tulis yang diselenggarai oleh Perpika, sekitar empat publikasi karya tulis ilmiah mahasiswa UT yang dimasukan ke dalam konferensi terbesar mahasiswa Indonesia di Korea, serta ada sekitar 10 % mahasiswa UT korea yang Indeks prestasinya di atas tiga. Prestasi ini diraih dikarenakan adanya sinergis kerja antara pengurus UT Korea, para tutor UT Korea serta mahasiswa UT Korea yang dimana walaupun mahasiswa UT Korea disibukan dengan aktifitas di pabrik masing-masing.

Dalam pencarian lokasi tempat ujian, pengurus UT Korea dibantu oleh mahasiswa UT korea. Pengurus UT Korea memutuskan diadakan dua lokasi untuk penyelenggaraan ujian UT Korea, yaitu daerah daegu dan ansan. Untuk lokasi ujian di daerah daegu, mahasiswa UT berhasil mendapatkan lokasi di gedung Samsung yang dipinjam melalui suatu lembaga departemen tenaga kerja Korea. Sedangkan daerah ansan telah berhasil menyewa ruangan di kampus universitas Hanyang di Ansan. Untuk mendapatkan ruangan tersebut pengurus UT Korea dibantu oleh Indonesia Community in Corea/Korea (ICC) yang selanjutnya mencoba meminta bantuan kepada pemerintah daerah kota Ansan. Melalui bantuan pemerintah daerah kota Ansan, maka ruangan di kampus universitas Hanyang dapat disewa.

Pada semester selanjutnya, ketua/koordinator umum UT Korea melakukan pembenahan ulang terhadap struktur kepengurusan UT Korea karena ada beberapa tugas yang masih dijabat rangkap oleh pengurus UT Korea sebelumnya. Salah satunya adalah tugas surat menyurat UT Korea dirangkap oleh bendehara dan dibantu oleh Ketua/Koordinator umum UT Korea. Berdasarkan analiasa kebutuhan, kepengurusan UT Korea menjadi:

Ketua/Koordinator umum : Hadi Teguh Yudistira

Koordinator akademik : Iwa Kartiwa

Koordinator mahasiswa : Pratama Eros

Koordinator tutor : Mutiara Baby

Koordinator humas dan informasi : Hasrul Ma’aruf

Bendehara : Dwi Hestiningsih

Sekretaris : Dina P.

Dimana tugas koordinator tutor, bendehara, koordinator mahasiswa serta koordinator humas dan informasi memiliki tugas yang hampir sama dengan tugas pembantu rektor 1, pembantu rektor 2, pembantu rektor 3 dan pembantu rektor 4 secara berurutan. Sedangkan tugas koordinator akademik adalah membantu tugas ketua/koordinator umum untuk mengkoordinasikan tugas-tugas koordinator mahasiswa dan koordinator tutor yang saling beririsan serta tugas sekretaris adalah untuk membuat surat keluar UT korea serta menyimpan data-data UT Korea.

Ketua/Koordinator Umum UT Korea

Hadi Teguh Yudistira

Senin, 23 Mei 2011

Dari Sini lah Kami Berbuat...

Menjadi tenaga kerja di luar negeri bisa jadi bukan menjadi suatu cita-cita seseorang. Tetapi menjadi tenaga kerja di luar negeri bisa jadi adalah potongan hidup seseorang untuk mencapai cita-cita yang lebih tinggi lagi. Hal ini lah yang saya lihat dalam diri rekan-rekan pekerja Indonesia di Korea. Mereka mempunyai keinginan suatu saat nanti mereka pulang ke Indonesia dengan modal yang cukup untuk melakukan perubahan dalam kehidupannya untuk mencapai cita-cita. Sungguh mulia misi mereka datang ke sini. Mereka ingin mencari uang sebanyak-banyaknya agar keluarga mereka di Indonesia bisa hidup dengan baik serta mereka bisa membawa kehidupannya ke arah yang lebih baik lagi.

Selama berinteraksi dengan rekan-rekan pekerja di sini, saya melihat ada tiga kebutuhan utama yang mereka butuhkan selama di Luar negeri (Korea untuk kasus ini) yaitu pendidikan, kewirausahaan dan perlindungan. Dua hal pertama saya menyebutnya sebagai program pembinaan kepada rekan-rekan pekerja Indonesia. Dan Hal yang terakhir merupakan suatu program pelayanan.

Pendidikan merupakan suatu hal menjadi kebutuhan manusia. Pendidikan bukanlah suatu yang berwujud, tapi pendidikan meruapakn suatu hal yang tidak berwujud tetapi bisa membuat manusia berubah dari kondisi yang tidak tahu menjadi kondisi yang tahu. Pendidikan itu tidak akan habis seperti kebutuhan yang lain. Ada kemungkinan dengan pendidikan menjadi ladang amal bagi seseorang dengan cara menyebarkan ilmu yang dimilikinya. Pendidikan juga bisa meningkatkan derajat kehidupan dari seseorang. Saya mempunyai impian bahwa suatu saat nanti tanah air, Indonesia, bisa terwujud komunitas knowledge society yaitu suatu komunitas dimana setiap masalah yang ada akan ada berbagai masukan solusi terhadap masalahan tersebut dari berbagai sudut keahlian masing-masing. Solusi yang dihasilkan bukan berupa suatu solusi bersifat emosional dan memaksa keinginan pribadi. Dengan adanya pendidikan yg diberikan akan membuat manusia untuk bisa mewujudkan knowledge society ini.

Kewirausahaan menjadi kebutuhan yang lain bagi rekan-rekan pekerja di sini (Korea red.). Kewirausahaan di sini diharapkan bukan hanya diartikan sebagai kegiatan perdagangan saja. Artinya bukan hanya menjual barang-barang dari suatu tempat ke tempat lain (bisa dikatakan seperti distributor). Tetapi diharapkan kewirausahaan di sini bisa mempunyai arti yang luas. Seperti mengelola suatu bahan dan menambah nilai bahan tersebut agar harganya bisa meningkat dan memberikan peluang untuk mendapatkan keuntungan lebih banyak. Dalam kalimat singkat diharapkan menjadi seorang wirausaha yang memiliki visi yang jauh. Untuk menjadi seorang pengusaha seperti ini rekan-rekan pekerja di sini memerlukan suatu bimbingan. Bimbingan pelatihan wirausaha, pelatihan pengelolaan keuangan secara profesional, pelatihan pengelolaan suatu organisasi yang benar dsb. Bimbingan bukan hanya berhenti di suatu pelatihan saja tapi diharapkan bisa dilaksanakan secara langsung.

Banyak rekan-rekan pekerja mendapat suatu permasalahan dengan pihak perusahaan mereka bekerja. Salah satu kasusnya ada perusahaan yang belum membayar hak dari rekan-rekan pekerja di sini yaitu gajinya sampai beberapa bulan. Kasus-kasus lain juga ada yang terjadi tetapi sulit untuk diungkapkan satu persatu dalam tulisan ini. Kasus-kasus seperti ini biasanya rekan-rekan pekerja membutuhkan pendampingan hukum. Beberapa dari mereka berusaha mengadu ke lembaga-lembaga yang berkosentrasi dalam perlindungan buruh migrant di Korea dan ada juga beberapa dari mereka kebingungan harus bagaimana.

Tiga kebutuhan ini merupakan kebutuhan dari rekan-rekan pekerja di sini. Bisa jadi ini adalah tugas dari pemerintah untuk membuat program pembinaan dan perlindungan bagi tenaga kerja Indonesia. Tetapi saya sendiri belum melihat usaha yang efektif untuk melakukan program ini dari pemerintah. Mungkin sebagai seorang mahasiswa di sini yang memiliki jiwa yang kritis akan mencoba membuat suatu tuntutan ke pemerintah untuk melakukan program pembinaan. Tetapi saya bukan lah orang yang memiliki karakter untuk menyampaikan keinginan dengan baik. Sejak kecil saya sulit untuk mengungkapkan keinginan secara langsung ke orang lain.

Dengan karakter seperti tersebut, bukan berarti saya harus berhenti untuk bergerak. Saya semangat dengan melihat ada beberapa teman-teman saya di sini memiliki idealisme yang sama dan juga semangat yang bagus dari rekan-rekan pekerja di sini untuk melakukan perubahan. Dengan semangat ini lah menjadi modal awal saya untuk melakukan suatu perubahan secara bottom up untuk tanah air.

Suatu pergerakan perubahan ini dimulai sejak sekitar akhir tahun 2009 atau awal tahun 2010. Saat itu saya dan rekan saya yang lain membentuk suatu tim di bawah suatu organisasi pelajar di sini yaitu Persatuan Pelajar Indonesia di Korea (Perpika). Tim ini merupakan tim yang mencoba mengusahakan adanya program Universitas Terbuka (UT) untuk rekan-rekan pekerja di sini agar mereka bisa merasakan pendidikan strata satu. Universitas Terbuka merupakan Perguruan Tinggi negeri Indonesia yang didirikan dengan tujuan untuk memberikan kesempatan kepada warga negara Indonesia bisa merasakan pendidikan strata satu. Di luar dugaan saya, menyukseskan program ini ternyata tidak semudah saya bayangkan. Proses yang panjang pengurusan ini sampai memakan waktu hampir satu tahun. Selama satu tahun tersebut bukan berarti tidak ada konflik yang terjadi. Tekanan juga berdatangan baik dari rekan-rekan pekerja yang menuntun janji adanya program UT ke tim, proses birokrasi yang harus dihadapi, dan juga tekanan atau konflik di internal tim Perpika sendiri. Selama satu tahun saya cukup lelah menunggu prosesnya selesai. Selama satu tahun juga saya harus kuat menghadapi konflik yang terjadi. Selama satu tahun juga saya melakukan kesalahan dalam pengurusan program UT ini, saya tidak membuat time line yang jelas dan langkah-langkah yang sistematis. Kesalahan ini merupakan kesalahan saya sebagai manusia biasa yang harus berbagi kosentrasi dengan kegiatan-kegiatan saya yang lain. Dan selama satu tahun itu juga saya mendapatkan banyak proses pembelajaran.

Di awal tahun 2011, berita gembira akhirnya datang. Program UT Korea bisa dilaksanakan pada awal tahun 2011. Agar program UT ini bisa berjalan lancar, maka segera dibentuk tim pengurus UT. Saya sangat bersyukur dikarenakan sebanyak 70 % orang yang berada timpengurus UT 2011 merupakan orang-orang yang mempunyai idealisme yang bagus. Beberapa pengurus UT yang gugur bagi saya mereka bukan orang jahat tapi mereka adalah orang yang luar biasa juga karena bersedia mencoba belajar dalam pengurus UT 2011 ini. Karena kita tidak tahu apakah kita sanggup jika kita mencoba dahulu tugas tersebut. Kembali terkait awal dibukanya program UT Korea. Hal yang membuat saya senang pada saat sosialisasi UT Korea yang disampaikan oleh pak Gorky sebagai Pembantu Rektor 4 UT adalah saya melihat rasa semangat belajar rekan-rekan TKI dalam menuntut ilmu. Saya semakin yakin harapan terbentuknya knowledge society bukan lah suatu mimpi belaka saja.

Di akhir bulan Februari 2011, program UT Korea memulai aktifitasnya beruapa tutorial tatap muka (TTM). TTM perdana ini sangat berat bagi kami, soalnya dalam satu pekan kami harus memikirkan alternatif untuk mencari ruangan yang dimana pengurus UT mendapatkan informasi bahwa ruangan yang awalnya kami pinjam tidak dapat digunakan. Selama satu pekan itu kami (tim pengurus UT 2011) berpikir mencari alternatif pengganti ruangan. Sekali lagi saya sangat bersyukur karena tim pengurus UT 2011 merupakan tim yang baik dan profesional. Ide muncul menggunakan jaringan internet sebagai pengganti ruangan. Inilah semangat anak muda, semangat yang tidak hilang walaupun adanya tantangan yang dihadapi dan tidak menjadikan alasan berhenti dengan tantangan itu.

Menjelang akhir masa-masa perkuliahan, UT Korea mendapatkan kesempatan menggunakan ruangan yang difasilitasi oleh rekan-rekan mahasiswa UT sendiri melalui Indonesia Comunity in Korea (ICK/ICC) dan juga tim mahasiswa UT yang di daejon. Saya bersyukur karena selama TTM terselenggarain secara pertemuan darat, hampir 80 % saya memantau prosesnya. Saya sangat senang karena aktifitas kelasnya cukup aktif sehingga saya masih yakin mewujudkan knowledge society di tanah air bukan hanya mimpi belaka. Walaupun ada beberapa tantangan yang dihadapi mahasiswa UT seperti modul yang telat, mereka tetap semangat untuk berusaha belajar walaupun mereka ada yang mengeluh. Mengeluh di sini saya menganggap berupa ekspresi kondisi pada saat itu.

Selama pengurusan semester pertama UT Korea, banyak juga pelajaran yang saya hadapi. Mulai dari mahasiswa yang kesulitan akses penggunanaan internet, konflik tutor dengan mahasiswa, konflik antara mahasiswa dengan mahasiswa, sampai saya harus mengambil beberapa tugas pengurus yang mengundurkan diri. Tapi secara umum saya sangat senang karena bisa melihat seyuman rekan-rekan pekerja yang yakin dengan masa depan mereka. Saya sendiri yakin bahwa tim UT 2011 ini masih tetap solid walaupun ada sekitar 30 % yang berguguran. Sekali lagi, "you never walk alone", yang berguguran digantikan oleh Allah SWT dengan orang-orang yang memiliki semangat yang tidak kalah.

Saya memahami, dalam pengurusan UT Korea ini diperlukan peran pemerintah melalui KBRI secara signifikan. Tetapi saya menyadari kondisi saat ini yang dihadapi UT Korea. Saya masih apresiasi beberapa personal KBRI yang berusaha membantu maksimal dalam pengurusan UT Korea ini. Mudah-mudahan bapak-bapak kami di pemerintahan di sana bisa merasakan semangat kami-kami (pelajar dan pekerja) di sini, bahwa kami mempunyai semangat perubahan. Jika bapak-bapak ingin bantu, kami sangat senang tapi jika bapak masih belum berniat membantu, bukan menjadi alasan bagi kami untuk berhenti bergerak menuju perubahan.

Tekait bidang kewirausahaan, rekan-rekan pekerja mendapat bimbingan yang baik oleh Lingkar Wirausaha Indonesia (LWI) dan dibantu oleh Perpika juga. Dalam bidang wirausaha ini, tim LWI banyak berperan dalam pembimbingan dikarenakan LWI sudah mempunyai jaringan yang cukup luas terkait wirausaha. Peran Perpika di sini melalui departemen Pengabdian Masyarakat adalah mencoba memberikan pengalaman dalam pengelolaan organisasi.

Terkait perlindungan hukum, hal ini yang belum bisa dilakukan oleh rekan-rekan pelajar di sini. Mudah-mudahan dalam waktu ke depan isu ini akan ada solusinya.

"Menjadi orang yang peduli dengan urusan sendiri adalah suatu hal yang enak. Tapi menjadi orang yang peduli dan bermanfaat bagi orang lain dan diri sendiri adalah suatu hal yang lebih enak lagi"

Kamis, 28 April 2011

Pendidikan dan Kebudayaan Saling Berpengaruh Dalam Pembentukan Karakter suatu Bangsa Menuju Suatu Perubahan

Sejak kapan pendidikan dan juga teknologi telah dilahirkan? Sejak revolusi industri atau perang dunia pertama? Ternyata sistem pendidikan ini yang selanjutnya juga menciptakan teknologi telah lahir sejak manusia diciptakan. Contoh penggalan masa kehidupan manusia pada masa lalu adalah zaman manusia pra sejarah. Pembabakan zaman prasejarah berdasarkan arkeologi terbagi atas dua zaman yaitu zaman batu dan zaman logam [1]. Pada zaman batu, manusia prasejarah sudah mengenal teknologi yang terbukti dengan ditemukan peninggalan prasejarah berupa kampak dari batu. Teknologi merupakan perpaduan antara pengetahuan dan seni (science and art) pada masa pra sejarah. Dimana diketahui pengetahuan itu merupakan hasil dari proses pendidikan. Tetapi pada zaman parsejarah, proses pendidikan tidak sebaik pada saat zaman sekarang. Hal ini dapat dilihat dengan membandingkan sikap perilaku dan budaya manusia zaman prasejarah sangat berbeda dengan manusia zaman sekarang.

Pendidikan merupakan proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan [2]. Oleh karena itu pendidikan sangat diperlukan dalam pembentukan karakter manusia. Dengan adanya karakter manusia yang unggul maka suatu proses alami suatu bangsa tersebut akan maju. Mantan Presiden Republik Indonesia yang pertama, Soekarno, pernah mengatakan bahwa berikan sepuluh orang pemuda kepada beliau maka beliau akan mengubah dunia. Ungkapan ini mengandung makna bahwa dengan adanya manusia yang memiliki karakter unggul maka dengan mudah perubahan besar dapat dilakukan (pada saat zaman Soekarno, kaum pemuda merupakan kaum terpelajar yang memiliki pandangan yang visioner). Makna sepeluh orang pemuda pada ungkapan Soekarno itu diartikan sebagai golongan creative minority . Creative minority merupakan sekumpulan manusia yang minoritas yang dapat melakukan suatu perubahan besar. Manusia yang visioner merupakan manusia yang memiliki sikap kedewasaan yang matang. Dalam suatu keputusan yang diambil oleh manusia visioner merupakan keputusan yang memiliki pengaruh bukan hanya untuk jangka pendek (sesaat) tetapi memiliki pengaruh untuk jangka panjang.

Kebudayaan merupakan keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk social yang digunakan untuk memahami lingkungan serta pengalamannya dan yang menjadi pedoman tingkah laku [2]. Dari defenisi kebudayaan ini, dapat dilihat bahwa kebudayaan akan terbentuk dari hasil proses pendidikan. Tetapi dalam prakteknya, ada beberapa proses pendidikan merupakan hasil pengaruh dari budaya manusia daerah tersebut dan juga kebutuhan. Kasus ini dapat dilihat dari materi pendidikan yang digunakan setiap negara berbeda dengan negara yang lain.

Indonesia memiliki berbagai jenis budaya. Oleh karena itu, Indonesia sangat mudah dipecah belah karena memiliki keberagaman budaya. Tetapi materi pendidikan Indonesia berusaha untuk menciptakan persatuan bangsa Indonesia di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui memberikan materi-materi yang berkaitan dengan kesatuan dalam keragaman (unity in diversity) sejak dini (yaitu mulai tingkat Sekolah Dasar). Hal ini dapat dilihat dengan materi yang diperoleh di tingkat Sekolah Dasar memiliki tema berkaitan sikap tenggang rasa, saling menghormati dsb. Penanaman pendidikan yang berkaitan dengan kesatuan dalam keragaman ditanamkan sejak dini di Indonesia dikarenakan Indonesia ingin menanamkan budaya keragaman di wilayah NKRI. Umur 7-14 tahun merupakan masa pembentukan karakter diri. Di setiap daerah Indonesia memiliki system pendidikan informal yang berbeda. Maksud dari system pendidikan informal di sini adalah pendidikan yang diperoleh bukan dari lembaga formal seperti sekolah tetapi diperoleh dari nilai-nilai yang hidup di daerah tersebut. Karakter manusia di Indonesia akan berbeda di setiap daerah, hal ini dikarenakan adanya perbedaan pendidikan informal setiap daerah tersebut yang selanjutnya karakter tersebut akan menjadi budaya dari daerah tersebut. Hal menarik di Indonesia adalah dengan adanya keragaman ini, maka karakter manusia yang dihasilkan di Indonesia akan beragam yang selanjutnya menjadi kekuatan bangsa Indonesia untuk melakukan suatu perubahan postif yang besar. Tetapi kondisi ini akan tidak menghasilkan perubahan positif jika kekuatan keragaman ini disalahgunakan.

Korea hanya memiliki satu budaya. Dengan kondisi seperti ini, pendidikan Korea relatif sama di seluruh daerah Korea. Budaya orang muda patuh dengan orang yang tua sudah terlihat dengan jelas di lembaga pendidikan di Korea. Oleh karena itu kondisi social di Korea relatif stabil dikarenakan adanya budaya ini. Hal menarik yang lain yang ada di Korea yang merupakan factor keberhasilan bangsa Korea bisa maju yaitu budaya kerja keras. Ternyata budaya kerja keras ini sudah ditanam sejak di lembaga pendidikan tingkat Sekolah Menengah Pertama. Hal ini dapat dilihat dengan materi pendidikan yang padat yang menuntut mereka belajar dari pagi sampai larut malam. Dengan adanya system pendidikan seperti ini membuat budaya kerja keras mereka tetap terpelihara.

Setiap bangsa akan memiliki system pendidikan dan budaya yang berbeda. Tetapi yang menjadi terpenting adalah bagaimana bangsa tersebut bisa membentuk manusia yang visioner yang notabene bisa melakukan perubahan positif yang besar. Manusia yang visioner tak terlepas dengan manusia pembelajar. Manusia dapat melakukan proses belajar tentang, belajar melakukan dan belajar menjadi. Belajar menjadi adalah proses manusia pembelajar memanusiakan diri. Memanusiakan diri maksudnya adalah merenungkan hakikat dirinya terlebih dahulu, mencari jati dirinya, menghayati keberadaannya sebagai “apa” dan “siapa” [3]. Selain manusia pembelajar, pembentukan karakter manusia visoner juga memerlukan adanya pola berpikir besar yaitu berpikir terhadap sesuatu dengan sudut pandang yang positif [4-5].

Setiap bangsa memiliki system pendidikan dan budaya yang berbeda. Pendidikan dan budaya merupakan suatu system yang saling berpengaruh. Dua hal tersebut selanjutnya menunjukan karakter bangsa tersebut. Menuju suatu perubahan besar tergantung terhadap karakter suatu bangsa. Hal ini dapat dilihat negara-negara Asia Timur bisa maju dengan karakter kerja keras bangsa tersebut. Berbeda hal dengan negara-negara barat yang memiliki karakter berpikir bebas dan kerja efektif untuk melakukan suatu perubahan besar. Hal yang menjadi irisan dari perbedaan karakter untuk menuju perubahan yaitu jiwa visioner.

Manusia visioner diharapkan manusia yang memiliki sikap optimis realistis dengan visi hidupnya. Artinya adalah manusia visioner dituntut juga berpikir sistematis untuk mencapai visi hidupnya. Untuk menghasilkan karakter bangsa seperti ini, diperlukan system pendidikan yang baik dan juga budaya yang baik. Apabila bangsa tersebut sudah mempunyai karakter yang berasal dari proses pendidikan yang baik, maka knowledge society dengan mudah terbentuk. Knowledge society merupakan suatu masyarakat dimana memiliki pengetahuan yang beragam yang menjadikan pengetahuannya untuk menghasilkan suatu solusi dalam menghadapi suatu permasalahan.

Referensi

1. Dra. Dwi Hartini,"Masyarakat Prasejarah Indonesia", Modul Sejarah Nasional dan umum, ebooks.lib.unair.ac.id

2. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional.

3. Harefa, Andreas.2005. Menjadi Manusia Pembelajar.Indonesia:Kompas.

4. Schwartz, David.2003.Berpikir &Berjiwa Besar:Delapratasa Publishing.

5. Marpaung, Parlindungan.2005.Setengah Isi Setengah Kosong.Bandung;MQ Publishing.

Selasa, 01 Maret 2011

Semangat dan Optimis Realistis Bisa Menjadi Modal Awal Pergerakan

Beberapa hari yang lalu ada seorang teman saya menanyakan kenapa saya terlalu optimis dengan suatu program pelayanan pendidikan untuk rekan-rekan Tenaga Kerja Indonesia di Korea untuk direalisasikan dan dijalankan secara berkelanjutan. Sebenarnya saya sendiri agak terkejut dengan pertanyaan itu soalnya saya merasakan bahwa rasa optimis saya diturunkan dengan pertanyaan itu. Saya hanya menjawab pertanyaan itu dengan kutipan surat Ar-Ra'du ayat 11 yaitu tidak akan berubah nasib suatu kaum jika kaum tersebut tidak berusaha. Dan jawaban favorit saya kalau ditanya tentang rasa optimis adalah untuk memiliki rasa optimis kan tidak perlu bayar. Tapi secara jujur, jika saya akan memikirkan lebih matang dengan konsep pelayanan pendidikan ini, saya akan menyerah dan tidak menyukseskan program ini secara saya juga harus berkosentrasi dengan riset, kuliah (walaupun kasus kuliah sebenarnya di sini relatif tidak berat karena yang terpenting di kampus saya adalah riset jalan dan publish paper), keluarga di Indonesia (kadang ada beberapa masalah keluarga yang harus saya selesaikan), dan beberapa tugas sebagai seorang muslim di sini. Yang saya handalkan dalam menjalankan program ini adalah melihat semangat perubahan dari rekan-rekan TKI, semangat dari para pengurus oraganisasi pelajar di sini, dan modal optimis dari diri bahwa program ini akan bisa membantu permasalahan ketenagakerjaan Indonesia.

Deskripsi sebelumnya hanya cuplikan kasus yang saya hadapi yang menjadikan rasa optimisme dan semangat sebagai modal awal dari pergerakan. Saya sendiri tidak memunafikan jika rasa pesimis itu juga ada benarnya dalam mengungkapkan kondisi nyata di lapangan. Pada bagian ini saya ingin mengungkapkan kenapa rasa optimis ini menjadi modal awal. Setiap manusia memiliki akal sebagai pembeda antara manusia dengan mahluk hidup yang lainnya. Selain akal manusia juga memiliki rasa nafsu yang juga berperan dalam perilaku manusia. Akal dan nafsu itu merupakan "alat" manusia untuk melakukan sesuatu. Banyak manusia terjebak dengan perbuatan dosa karena menggunakan sebagian besar nafsu dan sedikit menggunakan akalnya. Dan banyak manusia melakukan perbuatan kebaikan karena akal dan nafsunya. Rasa optimis dalam kebaikan merupakan hasil perpaduan antara akal dan nafsu ini. Jika manusia dapat mengendalikan akal dan nafsu nya ini akan menghasilkan rasa optimis yang positif. Mungkin ada beberapa orang telah mengikuti suatu training motivasi yang biasanya ada materi yang mengajak kita untuk berpikir positif. Jika rekan-rekan mempunyai kesempatan membaca buku "Berpikir dan Berjiwa Besar" atau buku "Setengah Isi, Setengah Kosong" yang inti dari buku itu adalah bagaimana kita diajak untuk berpikir positif untuk menghasilkan kekuatan positif. Salah satu hasil dari berpikir positif itu adalah rasa optimis untuk mencapai hasil positif.

Rasa optimis tidak akan berjalan dengan baik jika tidak diiringi oleh rasa semangat. Optimis dan semangat ini bisa dianalogikan sebagai optimis seperti bensin dan semangat sebagai air untuk sistem pendingin mesin mobil. Jika kita punya bensin tapi kita tidak punya air untuk pendingin mesin mobil, maka kita hanya bisa mengendarai mobil kita setengah jalan karena mesin mobilnya akan panas dan terbakar. Jadi rasa semangat ini juga diperlukan untuk mempertahankan rasa optimis. Lalu bagaimana cara untuk mempertahankan rasa semangat? Jawabannya sering dekat dengan orang yang memiliki rasa semangat positif.

Tidak dimunafikan juga bahwa rasa optimis itu harus dibarengi dengan pemikiran yang matang dan sikap realistis. Sikap realistis merupakan sikap dimana bisa menganalisa kondisi nyata di lapangan terkait dengan kegiatan atau pergerakan yang akan dilaksanakan. Oleh karena itu selain optimis dan semangat perlu juga ada sikap realistis atau dipersingkat dengan istilah optimis realistis ditambah dengan rasa semangat. Mungkin akan bingung sikap optimis realistis ini kesannya seperti menggabung rasa optimis dengan pesimis. Jadi sebaiknya tidak terjebak antara realistis dengan pesimis. Sikap realistis merupakan hasil dari analisa SWOT (Strength, weakness, opportunity, threat) sedangkan rasa pesimis merupakan hasil dari sikap tidak ingin melaksanakan sesuatu kegiatan. Walaupun kondisi dari analisa SWOT menunjukan bahwa weakness lebih dominan daripada strength akan tetapi jika ada rasa optimis dan semangat yang tinggi maka akan ada jalan dari opportunity yang dapat memberikan solusi.

Mungkin saya akan ambil contoh nyata yang telah terjadi dari sikap optimis realistis dan semangat ini. Rekan-rekan bisa melihat perjuangan para pejuang kemerdekaan Republik Indonesia. Jika melihat kondisi lapangan persenjaataan tentara/pejuang kemerdekaan RI tidak secanggih (tidak punya) dibandingkan dengan persenjataan yang dimiliki oleh pasukan penjajah. Tetapi para pejuang masih melihat opportunity yaitu bambu runcing dan people power yang bisa membuat para pejuang untuk berjuang di medan pertempuran.

Silahkan mempersiapkan rasa semangat, optimis dan realistis dalam melakukan suatu pergerakan. Silahkan juga menggunakan nilai-nilai agama digunakan untuk mempertahankan rasa semangat untuk berbuat positif.

Sabtu, 21 Agustus 2010

Puasa Merupakan Perintah Allah SWT Bagi Orang-orang Yang Beriman

Tidak terasa saat ini sudah memasuki hari ke-11 bulan Ramadhan 1431 H. Dan saatnya beberapa targetan ibadah Ramadhan perlu dievaluasi dan diusahakan untuk mencapai targetan tersebut.

Pada Ramadhan tahun lalu (1430 H), saya telah menulis kisah bekerja dan belajar di bulan Ramadhan di negeri Korea ( http://yudistira-himura-naruto.blogspot.com/2009/09/bekerja-dan-belajar-di-bulan-ramadhan.html ) dan juga pada saat sebelum belum Ramadhan ada tulisan tentang efek yang terjadi pada bulan Ramadhan dari segala aspek di Indonesia pada saat menghadapi ( http://yudistira-himura-naruto.blogspot.com/2009/08/efek-yang-terjadi-di-bulan-ramadhan.html ). Dari dua artikel tersebut merupakan suatu tulisan yang saya buat dengan lokasi yang berbeda yaitu di Korea dan di Indonesia. Saat ini, saya akan mencoba menulis kisah Ramadhan 1431 H tetapi lebih menggambarkan kisah yang saya hadapi syiar Islam di laboratorium saya.

Ramadhan tahun ini, saya memprediksikan akan memiliki masa yang terberat. Hal ini saya prediksikan karena adanya jadwal conference dan juga work shop yang akan diikuti oleh laboratorium saya jatuh pada minggu kedua Ramadhan. Seperti biasa, saya akan memprediksikan akatifitas selama masa tersebut (sekitar empat hari) akan memiliki jadwal yang padat mulai dari pagi sampai malam.

Di luar tentang jadwal kegiatan yang terjadi selama empat hari, yang menarik akan saya bahas adalah tentang diskusi saya dengan teman laboratorium saya tentang Ramadhan lebih tepatnya adalah tentang puasa. Kisah ini dimulai ketika kami mulai perjalanan dari kota Seoul menuju kota Busan. Sebelum melakukan perjalanan, saya ditawarkan oleh teman laboratorium saya satu bungkus roti dan dia juga meyakinkan saya bahwa ini tidak mengandung babi atau juga daging (saya terkenal di lab sebagai orang yang vegetarian soalnya di Korea, daging ayam, sapi, kambing, dan beberapa daging sembelihan yang lain dikategorikan haram karena sebagaimana diketahui cara sembelihannya tidak sesuai dengan ketentuan Islam. Silahkan dilihat Al-Maidah ayat 3). Saya menolak roti tersebut dengan alasan bahwa saya lagi puasa (red. fasting) tetapi istilah tersebut tidak terkenal bagi mereka dan akhirnya saya menggunakan istilah Ramadhan dan selanjutnya mereka tahu. Istilah Ramadhan ini lah yang menjadi istilah yang terkenal di lab saya untuk menggambarkan lagi puasa. Kadang kala saya juga agak kesulitan jika menjelaskan lagi puasa sunnah karena mereka akan berpikir akan saya lakukan bahwa akan dilakukan selama satu bulan. Tetapi ada beberapa teman lab saya sudah mengerti tentang puasa.

Saya pernah mencoba menjelaskan keuntungan Ramadhan secara ilmiah kepada teman lab saya sesuai dengan artikel yang saya tulis tahun lalu tentang efek yang terjadi di bulan Ramadhan dari segala aspek terutama saya jelaskan dalam aspek kesehatan. Tetapi mereka tetap tidak menerima penejelasan tersebut (apa mungkin saya harus mencari journal paper nya ya. Soalnya bicara di lingkungan akademik perlu referensinya..^^). Hal ini juga saya hadapi ketika saya katakan saya tidak bisa makan babi. Saya sudah berusaha menjelaskan bahwa babi itu hewan yang tidak bersih dan sebagainya. Tetapi tetap saja ada teman lab yang mengatakan itu ga benar (apa perlu cari journal paper nya ya..^^).

Ada hal yang menarik yang akan saya ceritakan tentang usaha saya menjelaskan alkohol itu diharamkan kepada pembimbing akademik dan penelitian saya. Pembimbing saya bertanya ke saya kenapa saya tidak mau minum alkohol. Saya menjelaskan dengan jelas bahwa alkohol itu merupakan minuman yang membuat kita tidak sadar dan tidak baik bagi kesehatan. Tetapi beliau bertanya kembali kalau kondisinya kita bisa mengendalikan minum alkoholnya sampai tidak mabuk seperti bagaimana kondisinya. Saya berpikir sesaat untuk mengingat kembali suatu nasehat seorang senior ketika saya masih di Bandung. Hal pertama yang seharusnya kita jawab ketika ada seseorang bertanya kenapa kamu harus melakukan sesuatu sesuai di Al-Qur'an adalah karena itu adalah perintah dari Allah dan selanjutnya kita bisa menjelaskan kebaikan ibadah yang kita lakukan. Dan akhirnya saya mengatakan kepada pembimbing saya bahwa di Al-Qur'an memerintahkan untuk tidak meminum alkohol dan selanjutnya beliau berhenti bertanya.

Nasehat senior saya tersebut cukup berkaitan dengan penjelasan dari Yusuf Qardhawi dalam buku Halal dan Haram. Yusuf Qardhawi menjelaskan bahwa segala sesuatu yang diharamkan oleh Allah SWT memiliki keburukan dan segala sesuatu yang dihalalkan oleh Allah SWT memiliki kebaikan bagi manusia (kecuali untuk kaum Yahudi, ada beberapa kebaikan menjadi haram buat mereka karena sebagai hukuman Allah SWT terhadap mereka). Hal ini sudah bisa dilihat bahwa beberapa hasil penemuan tentang sesuatu yang diharamkan oleh Allah memiliki keburukan misalnya bisa kita lihat bahwa sudah ada hasil penemuan bahwa babi itu memiliki cacing pitang dalam tubuhnya dan juga ada beberapa penemuan tentang keburukan yang terjadi pada babi (silahkan baca buku Halal dan Haram karangan Yusuf Qardhawi). Ada alasan yang cukup logis kenapa penjelasan pertama yang harus kita jawab adalah karena itu adalah perintah Allah dan jawaban selanjutnya dapat kita jelaskan secara ilmiahnya karena apabila kita menjelaskan secara ilmiah, maka manusia tersebut akan berusaha menghilangkan komponen yang dijelaskan secara ilmiah tersebut untuk merekayasa yang haram menjadi halal. Contoh kasusnya kalau kita katakan bahwa babi itu haram karena dalam babi itu ada cacing pitanya maka manusia akan mencoba menghilangkan cacing pitanya agar babi itu jadi halal. Hal ini terjadi pada kaum Yahudi ketika Allah memerintahkan kepada mereka untuk tidak memancing pada hari Sabtu tetapi mereka mencoba merekayasa perintah Allah dengan cara membuat lorong pada Jum'at malam dan selanjutnya agar ikan bisa masuk ke lorong tersebut agar ahad paginya mereka bisa ambil ikan tersebut. Kejadian ini merupakan suatu rekayasa yang telah terjadi dilakukan.

Terkait kembali lagi kepada puasa, sesungguhnya puasa ini merupakan perintah Allah kepada orang-orang yang beriman untuk melakukan puasa agar selanjutnya menjadi orang yang bertaqwa (Al-Baqarah ayat 183). Perintah puasa ini merupakan suatu perintah Allah yang dimana sebagai orang-orang yang beriman meyakini bahwa puasa ini merupakan suatu kebaikan bagi kita (silahkan baca di artikel saya tahun lalu pada bagian tentang efek yang terjadi pada bulan Ramadhan dari segala aspek. Di artikel tersebut ada beberapa efek kebaikan yang dibahas). Hal ini akan berbeda bagi orang-orang yang tidak beriman. Mereka akan berpikir bahwa puasa tersebut hanya suatu perbuatan menyiksa diri. Sesungguhnya sudah ada beberapa penelitian yang menjelaskan puasa ini merupakan suatu kebaikan bagi manusia. Tetapi kembali lagi kepada setiap manusia apakah meyakini bahwa perintah Allah adalah suatu kebaikan atau tidak (menerimanya atau memenolaknya). Semoga kita menjadi bagian orang-orang yang benar beriman kepada rukun iman, karena iman itu bukan lah hanya suatu logika (kutipan dari salah satu sinetron Ramadhan, "Islam KTP").
Allahuwa'alam

Minggu, 11 April 2010

Teknologi bisa mengubah kebutuhan manusia

Secara umum kebutuhan manusia terdiri atas tiga yaitu kebutuhan primer, kebutuhan sekunder dan kebutuhan tersier. Kebutuhan primer merupakan kebutuhan pokok yang dibutuhkan manusia dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Kebutuhan primer ini berupa makanan, sandang, papan, pakaian dsb. Kebutuhan sekunder merupakan kebutuhan tambahan yang tanpa ada kebutuhan ini masih bisa bertahan hidup. Kebutuhan seperti ini berupa pakaian baru, sepatu, dsb. Kebutuhan tersier merupakan kebutuhan yang dikategorikan kebutuhan mewah. Kebutuhan ini terpenuhi bagi orang-orang yang secara ekonomi dikategorikan mampu. Kebutuhan tersier ini berupa mobil, rumah mewah, motor, dsb.

Sebagai mana diketahui, pemenuhan kebutuhan ini tergantung dengan status kekayaan. Jika ada seseorang dikategorikan golongan menengah ke bawah akan memenuhi kebutuhan primer saja, kadang untuk memenuhi kebutuhan primer untuk golongan ini tidak sanggup. Apabila ada seseorang dikategorikan golongan menengah akan memenuhi kebutuhan primer dan juga kebutuhan tersier. Untuk golongan terakhir yaitu golongan orang menengah ke atas merupakan golongan yang bisa memenuhi seluruh kategori kebutuhan yang ada. Golongan ini kadang memiliki uang yang lebih dan dibagikan kepada golongan menengah ke bawah.

Perubahan tingkat kesejahteraan suatu komunitas bisa mengakibatkan perubahan komoditas kebutuhan. Maksudnya adalah jika suatu daerah dimana di daerah tersebut memiliki jumlah penghasilan setiap kepala keluarga di daerah tersebut di atas upah minimum regional maka di kategorikan daerah ini menjadi daerah yang golongan menengah dan menengah ke atas. Dikarenakan batas minimal kategori di daerah ini adalah golongan menengah maka kategori "kasta terendah" di daerah ini akan berubah. Efeknya adalah kebutuhan sekunder bisa berubah menjadi kebutuhan primer dan kebutuhan tersier bisa berubah menjadi kebutuhan sekunder atau bisa menjadi kebutuhan primer. Bisa diambil contoh kasus, jika diperhatikan di daerah kawasan perumahan elit, telepon seluler merupakan suatu kebutuhan primer di daerah ini tetapi berbeda dengan di kawasan daerah kumuh yang dimana telepon seluler merupak kebutuhan tersier. Dalam tulisan ini, tidak akan dibahas kasus ini secara mendalam dikarenakan diambil kasus efek dari parameter yang lain yaitu teknologi.

Pada tulisan sebelumnya (lihat di http://yudistira-himura-naruto.blogspot.com/2009/12/ilmuwan-pengetahuan-dan-islam.html ) sudah dijelaskan tentang arti teknologi. Secara umum teknologi yang bisa dikatakan berhasil adalah teknologi yang dimana bermanfaat bagi manusia dan bisa memberikan nilai lebih dari teknologi sebelumnya (misalnya dari segi harga/ekonomi, dari segi seni, dari segi efisiensi dsb).

Beberapa ilmuwan memiliki suatu objektifitas dalam risetnya adalah bagaimana hasil penemuannya tersebut membuat harga produksi dari produk yang dihasilkan menjadi turun tetapi kualitas teknologi tersebut masih terjaga. Ada banyak parameter yang bisa diperhatikan dalam riset ini seperti metodelogi fabrikasi, rekayasa material, modifikasi design dsb. Dari objektifitas penelitian ini bisa menghasilkan suatu produk yang memiliki harga yang rendah atau suatu produk dengan harga yang terjangkau dengan kualitas yang lebih baik. Dengan adanya produk seperti ini mengakibatkan adanya kemampuan manusia untuk memiliki produk tersebut. Dengan banyaknya produk yang tersebar di tengah masyarakat maka produk tersebut bisa menjadi suatu kebutuhan primer.

Deskripsi di atas bisa diambil contoh kasus yang sederhana yaitu telepon seluler. Sekitar 10 tahun yang lalu telepon seluler yang type terendah (belum ada sistem 3G atau GPRS) merupakan suatu produk yang sulit dibeli. Hanya beberapa orang saja yang bisa beli telepon seluler dikarenakan harganya yang mahal. Tetapi dengan adanya penemuan dari para ilmuwan di bidang telekomunikasi berupa sistem 3G, GPRS dsb mengakibatkan telepon seluler yang type lama (tanpa 3G) menjadi turun harganya. Dengan turunnya harga tersebut mengakibatkan telepon seluler bisa dibeli oleh seluruh golongan. Hal ini mengakibatkan telepon seluler berubah kategori kebutuhan dari kebutuhan tersier menjadi kebutuhan sekunder dan memungkinkan menjadi kebutuhan primer. Hal ini sudah ada data di lapangan bahwa sudah banyak orang di Indonesia memiliki telepon seluler walaupun pekerjaannya pedagang kaki lima atau sebagai tukang parkir.

Kasus yang lain yang diprediksikan akan mengalami perubahan kategori kebutuhan adalah laptop. Saat ini laptop bisa dikategorikan menjadi kebutuhan tersier. Kecenderungan yang terlihat saat ini adalah teknologi tampilan (display technology) pada laptop yaitu LCD (Liquid Crystal Display) diprediksikan harganya akan turun. Dengan penurunan harga LCD ini mengakibatkan harga laptop bisa turun. Dengan penurunan harga ini, maka laptop bisa menjadi suatu komiditi kebutuhan primer. Sebenarnya masih ada beberapa produk-produk yang bisa mengalami pergeseran kategori kebutuhan tetapi tidak dibahas semuanya.

Kebijakan pemerintah bisa mengendalikan produk-produk ini mengalami perubahan kategori kebutuhan atau mengalami kepunahan. Contoh kasusnya di Indonesia adalah mengenai teknologi telekomunikasi. Saat ini sudah ditemukan suatu teknologi baru yaitu Wimax yang memiliki kemampuan lebih baik dari wifi. Tetapi pemerintah Indonesia belum menggunakan teknologi wimax ini dikarenakan sarana dan prasarana wifi sudah banyak didirikan di Indonesia.
Dari sudut pandang yang lain, perubahan kategori kebutuhan ini terhadap suatu produk teknologi bisa membantu pergerakan dakwah. Contoh kasus pertama pada paragraf sebelumnya dibahas tentang telepon seluler telah mengalami perubahan kategori kebutuhan. Dapat diperhatikan bahwa sudah banyak orang memiliki telepon seluler. Hal ini akan membantu pergerakan dakwah melalui media telekomunikasi. Media dakwah melalui telepon seluler bisa berupa sms tausyah dalam skala periode tertentu, tahajud call, dsb.

Secara umum bisa dilihat bahwa perubahan kategori kebutuhan merupakan suatu proses yang terjadi. Perubahan kebutuhan ini bisa mengakibatkan perubahan terhadap budaya masyarakat. Jika tidak dimanfaatkan dengan baik maka perubahan terhadap budaya akan menghasilkan efek negatif. Contoh kasusnya adalah telepon seluler. Telepon seluler yang memiliki teknologi 3G (ini masih kategori kebutuhan sekunder belum sampai kebutuhan primer) bisa digunakan untuk transfer data berupa video atau gambar. Ada beberapa kasus gambar porno dan video porno telah tersebar di seluruh telepon seluler suatu kota tertentu. Perubahan kategori kebutuhan terhadap telepon seluler ini mengakibatkan efek negatif terhadap budaya masyarakat tersebut. Tetapi perubahan ini bisa memberikan efek positif jika diarahkan penggunakan telepon seluler tersebut ke arah kegiatan positif seperti sms tausyah, tahajud call dsb. Peran pemerintah melalui kebijakannya atau peran orang tua melalui pengawasan terhadap anaknya merupakan suatu solusi untuk menghadapi perubahan kategori kebutuhan ini.

Kamis, 28 Januari 2010

Hanya berbagi

Ketika tahun akhir di masa kuliah teknik fisika ITB, banyak teman-teman angkatan saya sering menceritakan suatu anime dari Jepang yaitu naruto. Saya sendiri tidak terlalu peduli dengan isu anime tersebut. Tetapi pada suatu hari, saya mendengarkan informasi dari teman bahwa dosen pembimbing tugas akhir saya ternyata suka dengan naruto ini. Hal ini membuat saya jadi penasaran terhadap anime naruto ini. Saya penasaran sebagus apakah anime naruto ini sampai membuat dosen pembimbing saya saja bisa suka yang dimana marahnya dosen saya ini di kelas mengandung makna dakwah dan juga memberi motivasi kepada mahasiswanya, dosen yang pandai memberikan pelajaran non formal kepada mahasiswanya, dan dosen yang selalu mengeluarkan kata “never ever surrender”.

Pertama kali menonton naruto, saya rasa ada yang berbeda terhadap anime ini. Karater yang dimiliki naruto merupakan karakter yang patut yang kita pelajari. Karakter yang selalu berjuang dan siap meraih mimpi menjadi hokage. Ini bukan persoalan tentang jalan cerita anime naruto ini tetapi melainkan makna dari karakter naruto tersebut. Ada di sebuah serial movie naruto, dalam cerita tersebut naruto diramalkan akan mati ketika menyelamatkan seorang putri seorang pendeta. Tapi apa yang terjadi? Naruto dengan tegas bilang ke putri pendeta tersebut bahwa dia tidak akan mati dengan suaranya yang optimis. Akhirnya sang putri tersebut menjadi semangat untuk mengubah prediksi keadaan yang diperolehnya. Hal ini berkaitan dengan kutipan ayat Al-Qur’an yaitu tidak akan berubah keadaan suatu kaum jika kaum tersebut tidak beusaha untuk berubah (Ar-Ra’d ayat 11).

Sebenarnya ada satu anime lagi yang saya suka sejak saya smp yaitu Kenshi Himura dalam anime Samurai X. Di dalam anime ini banyak karakter yang saya suka. Mungkin saya hanya menjelaskan karakter dari Kenshi Himura saja. Saya senang dengan karakter anime ini karena adanya rasa penyesalan luar biasa di dalam benak kenshi Himura atas perbuatannya yang telah banyak membunuh nyawa manusia (dulu beliau dipanggil Batosai sang pembantai). Perubahan yang terjadi yang dilakukan oleh Kenshi ternyata didukung oleh lingkungan di sekitarnya. Cinta kasih yang diberikan oleh orang-orang sekitarnya membuat dirinya bisa melakukan perubahan atas dosa-dosa yang dilakukannya dulu. Dan dia membuat resolusi tidak membunuh manusia lagi dan akhirnya dia menggunakan samurai bermata terbalik. Tobat yang sungguh-sungguh dilakukannya dimulai dengan resolusi tersebut. Dan karakter yang saya senangi lagi pada Kenshi Himura adalah karakter yang ahli strategis, tujuannya dalam bertarung bukan membunuh tapi untuk menaklukan sifat jahat lawannya.

Sebenarnya ada beberapa lagi anime dari Jepang yang memiliki pesan moral di dalamnya. Saya tertarik beberapa anime Jepang soalnya di dalam anime Jepang memiliki karakter yang kuat dan menanamkan mimpi dan doktrin positif. Anime kapten Tsubasa merupakan mimpi dari Jepang supaya bisa bersaing di dalam kancah piala Dunia dan ternyata mereka berhasil menulis prestasi yang bagus di piala dunia. Dora emon merupakan suatu anime robot yang bisa berjalan dan membantu manusia dan akhirnya Jepang melalui perusahaan Honda telah berhasil menciptakan robot yang bisa berjalan dan berlari dan juga bisa berinteraksi dengan manusia yaitu asimo. Kita harus belajar dengan Jepang. Mereka berusaha untuk meraih mimpi mereka.

Apakah ada yang masih ingat film kartun Pingky and The brain? Film kartun ini merupakan kartun yang menceritakan perjalanan hidup dua ekor tikus. Film kartun ini bukan dari Jepang tapi saya tertarik dari film katun ini adalah perkataan yang sering diungkapkan. Si Pingky selalu bertanya ke brain, apa rencana kita hari ini? Dan Brain menjawab rencana kita adalah menguasai dunia. Dua ekor tikus yang kita ketahui tubuhnya hanya kecil tapi mereka berani untuk melakukan rencana untuk menguasai dunia. Mereka berani membuat mimpi besar dan tidak peduli apa yang terjadi. Usaha mereka juga tergolong serius (tapi kalau lihat usahanya sih jadi lucu, namanya film kartun jadi usahanya dibuat menghibur anak2) walaupun mereka tidak pernah berhasil..^_^ Sebenarnya bukan masalah berhasil atau tida berhasil tapi permasalahan seberapa besar mimpi kita dan juga seberapa besar usaha kita lakukan untuk meraih mimpi.

Ada satu film lagi bisa diceritakan yaitu film “The Dark Knight”. Dalam film ini sebenarnya joker dan batman sama meraih kemenangan. Joker dikatakan menang karena dia telah berhasil melakukan kekacauan di kota dan batman dikatakan menang karena berhasil menaklukkan joker yang mengacaukan keadaan kota. Ada hal yang menarik dari dua tokoh ini, pertama dari Joker. Mungkin kita tahu adegan dimana joker membakar uang yang terkumpul seperti gunung lalu dia bakar uang tersebut. Dalam adegan ini joker memiliki prinsip bahwa dia ingin bukanlah uang atau kekayaan tapi yang dia ingin adalah suatu karya berupa kekacauan. Kedua dari batman, batman tidak ingin disebut pahlawan padahal dia telah berhasil meredam kekacauan yang terjadi. Dia merasa kedamaian merupakan karya yang diharapkannya bukan suatu penghormatan menjadi pahlawan. Kedua tokoh ini lebih mengutamakan karya dibandingkan uang, kekayaan ataupun pujian.

Semua film yang saya ceritakan di atas merupakan nilai-nilai yang saya ambil dalam menonton film tersebut. Saya biasanya memiliki kategori terhadap film saya saya tonton dilihat dari dua alasan (silahkan lihat di http://yudistira-himura-naruto.blogspot.com/2009/01/dunia-perfilman.html ).

Sebenarnya saya ingin menulis tulisan dengan topik yang lain tapi karena saya perlu mencari bahan-bahan lagi untuk menyempurnakan tulisan tersebut dan akhirnya saya membuat tulisan ini dalam bulan ini.

Sebagai penutup, bagian ini merupakan rangkuman singkat
- Naruto berusaha untuk meraih mimpinya menjadi hokage
- Kenshi himura berikhtiar untuk melakukan perubahan positif
- Dua ekor tikus tidak takut membuat mimpi besar
- Pujian, uang atau kekayaan bukanlah tujuan utama batman dan joker, tapi tujuan mereka adalah berkarya
- Dan terakhir, sebagai seorang muslim harus memiliki visi yang kuat dan siap melakukan perubahan positif mulai dari diri sendiri. Mati dalam keadaan syahid atau khusnul khotimah dan hidup mulia dengan karya yang bermanfaat bagi umat adalah karakter muslim sejati :)

Silahkan bermimpi dan berkarya…
Salam super… (berusaha seperti Mario Teguh apa daya hanya seorang Hadi Teguh..^_^)

Oh ya, ini ada terjemahan lagu Flow-Go OST Naruto..

Flow-Go

We are fighting dreamers, aim for the top
Fighting dreamers, don’t worry about appearances
Fighting dreamers, do what you believe in
Oli oli oli oh-! Just go my way!

Right here right now (bang!)
Open fire like a bullet liner!
Right here right now (burn!)
Gonna kick your butt, get the fire!

Right here right now (bang!)
Open fire like a bullet liner!
Right here right now (burn!)

Among the dangerous pandemonium of the street, we open up a map of people – where will we go?
Violently coloured crows took it away and threw it away

Come on, open the eyes of your heart, just take now to the limit! (Yeah!)
We’ve got nothing to lose, so let’s go now!

We are fighting dreamers, aim for the top
Fighting dreamers, don’t worry about appearances
Fighting dreamers, do what you believe in
Oli oli oli oh-! Just go my way!

Right here right now (bang!)
Open fire like a bullet liner!
Right here right now (burn!)

Those shadows that sneak up on us without a sound always throw us off balance
Say it and it’ll happen; a big wind is blowing, whipping everything into a frenzy

Take the sharp sword you brandish and use it to slice into your own future! (Yeah!)
There are no guarantees in sight, are there?!

We are fighting dreamers, aim for the top
Fighting dreamers, don’t worry about appearances
Fighting dreamers, do what you believe in
Oli oli oli oh-! Just go my way!

Right here right now (bang!)
Open fire like a bullet liner!
Right here right now (burn!)
Gonna kick your butt, get the fire!
Right here right now (bang!)
Open fire like a bullet liner!
Right here right now (burn!)
Gonna kick your butt, get the fire!

We are fighting dreamers, I’ll do everything
Fighting dreamers, with my friends
Fighting dreamers, gonna aim high
Oli oli oli oh-!

We are fighting dreamers, aim for the top
Fighting dreamers, don’t worry about appearances
Fighting dreamers, do what you believe in
Oli oli oli oh-! Just go my way!

(Don't forget your first impulse ever)
(Let's keep your adventurous ever)

Right here right now (bang!)
Open fire like a bullet liner!
Right here right now (burn!)
Gonna kick your butt, get the fire!
Right here right now (bang!)
Open fire like a bullet liner!
Right here right now (burn!)
Gonna kick your butt, get the fire

.

No Limit

No Limit